Awalnya semuanya bersikap manis padaku.. Menyapa, sesekali mengajak ngobrol, bertanya2 tentangku, dll.. Tapi lambat laun aku merasa aku disini tak dianggap.. Tak ada lagi pertanyaan, tak ada lagi obrolan, semua cuek padaku.. Aku ada dan tiada pun sama saja.. Aku baru sadar tadi ketika semuanya pulang tanpa pamit padaku.. Mereka pamit pada yang lain tapi tidak padaku.. Kemarin saat puasa pertamapun, semua saling bersalaman, tapi tidak denganku.. Entah aku tak tau salahku apa.. Aku menyakiti kalian kah? Aku rasa tidak..
Sebenarnya aku tau mengapa semua orang bersikap sama padaku.. Aku pendiam, sosok yang sunyi.. Jarang bersuara.. Ga asik istilahnya lah.. Yeah.. that's me.. Aku berada di lingkungan baru, dimana semuanya asing.. Aku tak kenal orang2 itu, aku tak kenal benda2 dan tempat2 disini.. Aku sendiri dan tak punya teman disini.. Sesekali aku bertanya dan mencoba bergabung dengan obrolan mereka.. Tapi aku masih orang awam yang tak tau apa2 tentang apa yang mereka bicarakan.. Aku hanya bisa tertawa ketika itu aku anggap lucu, dan menyimak dengan seksama obrolan mereka.. Ketika semuanya bercanda, aku mencoba ikut tapi dengan candaan halus, dan itu kalah dengan candaan mereka yang lebih lucu dan lebih asyik.. Aku tak ada apa2nya.. Ditambah lagi dengan suaraku yang kecil, tak ada apa2nya dengan suara mereka yang lantang.. Aku bersuarapun mungkin tak kan terdengar kecuali jika mereka diam.. Bagaimana bisa aku ikut bergabung jika suaraku hanya terdengar pada orang di sebelah kanan dan kiriku saja.. Ya begitulah.. Aku sudah mencoba beberapa kali bersuara lantang, tapi yang ada malah mereka menganggapku marah.. Serba salah memang..
Banyak orang yang bilang kenapa aku selalu sendiri dan tak banyak bicara.. Aku kembalikan lagi pada mereka.. "Kenapa kalian tak mengajakku bicara dan menemaniku??" Mereka hanya bisa terdiam,, mungkin karena tidak tega untuk mengungkapkan alasannya, takut menyinggungku.. Yang lain juga ada yang menjawab, "Coba kamu yang mulai ngobrol.." Aku bilang pada mereka.. "Ketika aku bicara, adakah kalian menanggapi ucapanku? Bukankah ucapanku hanya angin lalu saja bagi kalian, masuk telinga dan keluar begitu saja tanpa makna.. Aku memang tak pandai berkomunikasi, tapi aku selalu berusaha walaupun akan membuat suasana yang awalnya asik menjadi garing.." Mereka berdalih lagi.. Suaramu kurang keras, sehingga kami kurang memperhatikannya.. Aku menjawab dengan suara agak keras.. "Seperti inikah kerasnya?" Mereka tertegun, mungkin mereka merasa aneh dengan suaraku yang keras dan terkesan marah.. Aku tersenyum kembali.. "Ini aku,, aku ya begini.. Dari dulu aku sudah berusaha untuk berubah jadi cerewet, tapi tak semudah itu, aku hanya bisa cerewet pada beberapa orang yang benar2 mengerti aku dan dekat denganku.. Jika bertemu orang baru, aku akan bicara sekedarnya, aku sering tak punya ide untuk bicara apa lagi, otakku ya begini.."
Sudah sering aku ikut ngobrol dengan sekelompok orang, tapi hasilnya aku ga dihiraukan karena mereka sudah dekat, sudah terlanjur asik, yang ada aku malah mengganggu dan merusak suasana..
Terkadang ketika mereka asik ngobrol, dan aku nimbrung dengan mengucapkan sesuatu, entah mereka pura2 tidak dengar atau memang sengaja dihiraukan aku tak tau..
Aku bisa akrab dan mungkin banyak bicara pada orang one by one.. Bukan segerombolan.. Aku lebih bisa mengungkapkan apa yang ada di pikiranku ketika aku ngomong 4 mata atau 6 mata.. Ketika jumlahnya sudah cukup banyak, aku kalah omong..
Mengapa di imvu aku bisa lebih mudah berkomunikasi? Karena di imvu setiap huruf dan kalimat yang aku ketikkan terbaca oleh mereka.. Tak seperti disini, diimvu mereka tak bisa pura2 tak melihat karena ada barang bukti.. Tapi di real? no..
Sebenarnya ada satu hal yang masih aku bingungkan sampai saat ini.. Salahkah aku terlahir sebagai pendiam? Aku juga manusia sosial yang ingin berteman.. Aku tak bisa hidup sendiri..
purapura ga liat ahh ntar chat nya :3 :v
ReplyDeleteggrrr.. -___-
ReplyDelete