Makin lama bukannya makin yakin, malah tambah ga yakin
Makin lama bukannya makin pengen makin deket, malah pengen bisa ngejauh
Makin lama bukannya makin peduli, malah makin berusaha supaya bisa ga peduli
Makin lama bukannya makin sayang makin cinta, malah makin berkurang terus sayang dan cintanya
Makin lama bukannya makin bahagia, malah makin tersiksa..
Jika masih seperti ini sampai 1 tahun setelah kelulusanku, aku memang harus meninggalkanmu....
~ If u are my love, u will bright my life ~
Blog ini sebagai diary perjalanan hidupku.. Tapi kebanyakan sih cerita2 sedih.. Soalnya muncul niatan buat curhat kalo lagi sedih.. hehe :3 Dan kebanyakan isinya tentang cinta <3
Wednesday, October 23, 2013
Wednesday, October 16, 2013
Selamat datang penjemputku
Berhari-hari, hatiku menjerit, hatiku meronta menahan sakitnya.
Ingin rasanya teriak untuk melepaskan semua sakit ini.
Tapi aku tak bisa, aku tak mampu.
Bahkan untuk menangispun aku tak boleh.
Aku tahan semuanya, aku kuatkan kembali topeng ini.
Akupun tampak bahagia.
Entah sudah berapa hari hatiku sakit tak kunjung sembuh.
Ketika sudah mulai pulih, ada saja siksaan yang datang.
Sampai saat ini pun, masih menahan sakit.
Sebenarnya aku kasian padanya.
Tapi mau bagaimana lagi, kita tak bisa apa-apa.
Aku melihatnya semakin hari semakin melemah.
Berharap semoga sakitnya tak menyerang nyawanya.
Aku khawatir, aku takut.
Aku sudah lama memikirkan ini, tapi selalu ku tampis itu.
Semua akan baik-baik saja mungkin.
Hingga suatu hari, kurasakan keanehan.
Aku rasakan degup itu, walau tak diundang.
Dia datang dengan sendirinya, sepanjang hari, ikuti jalanku
Aku mulai tak nyaman, hatiku gelisah.
Sampai-sampai aku tak bisa jalani hidupku.
Aku berhenti sejenak dipinggir jalan.
Aku berusaha hilangkan degup itu, tapi tak bisa, percuma
Degup itu masih melekat, menghantui jalanku.
Aku berusaha mencari ilham.
Namun hasil yang kudapat, sangat gelap.
Aku semakin takut, semakin khawatir.
Ketakutanku seakan sudah berada di depanku, siap menjemput
Aku mati rasa.
Aku tak bisa bicara
Ingin menangis namun tak bisa
Aku masih tetap dengan topengku
Aku berpikir, mungkin aku harus mencoba untuk berharap.
Oke, akhirnya aku lakukan.
Taraamm.. hasilnya kau tahu?
NIHIL
Hahaha,, hidupku seakan tak berarti lagi
Mungkin saat aku tiada pun, semua akan baik-baik saja
Ooh hidupku.. aku hanya bisa tersenyum menatapnya.
Sabar ya sayang.. sebentar lagi..
Sebelum aku menghampirinya, aku bertekad untuk mengabdi.
Ya walaupun aku tak tahu pengabdianku akan berarti atau tidak
Untuk tuanku, aku akan coba menjadi yang terbaik.
Ya setidaknya berharap semoga dianggap.
Ini mungkin salah satu alasan kenapa aku tak mau berontak
Kenapa aku tak mau protes
Kenapa aku tak mau keluar dari penjara ini.
Karena aku tau, dia mendekat.
Perlahan mendekatiku, dengan perantara degup ini.
Hai orang-orang yang mengenalku,
Bersiaplah...
Ingin rasanya teriak untuk melepaskan semua sakit ini.
Tapi aku tak bisa, aku tak mampu.
Bahkan untuk menangispun aku tak boleh.
Aku tahan semuanya, aku kuatkan kembali topeng ini.
Akupun tampak bahagia.
Entah sudah berapa hari hatiku sakit tak kunjung sembuh.
Ketika sudah mulai pulih, ada saja siksaan yang datang.
Sampai saat ini pun, masih menahan sakit.
Sebenarnya aku kasian padanya.
Tapi mau bagaimana lagi, kita tak bisa apa-apa.
Aku melihatnya semakin hari semakin melemah.
Berharap semoga sakitnya tak menyerang nyawanya.
Aku khawatir, aku takut.
Aku sudah lama memikirkan ini, tapi selalu ku tampis itu.
Semua akan baik-baik saja mungkin.
Hingga suatu hari, kurasakan keanehan.
Aku rasakan degup itu, walau tak diundang.
Dia datang dengan sendirinya, sepanjang hari, ikuti jalanku
Aku mulai tak nyaman, hatiku gelisah.
Sampai-sampai aku tak bisa jalani hidupku.
Aku berhenti sejenak dipinggir jalan.
Aku berusaha hilangkan degup itu, tapi tak bisa, percuma
Degup itu masih melekat, menghantui jalanku.
Aku berusaha mencari ilham.
Namun hasil yang kudapat, sangat gelap.
Aku semakin takut, semakin khawatir.
Ketakutanku seakan sudah berada di depanku, siap menjemput
Aku mati rasa.
Aku tak bisa bicara
Ingin menangis namun tak bisa
Aku masih tetap dengan topengku
Aku berpikir, mungkin aku harus mencoba untuk berharap.
Oke, akhirnya aku lakukan.
Taraamm.. hasilnya kau tahu?
NIHIL
Hahaha,, hidupku seakan tak berarti lagi
Mungkin saat aku tiada pun, semua akan baik-baik saja
Ooh hidupku.. aku hanya bisa tersenyum menatapnya.
Sabar ya sayang.. sebentar lagi..
Sebelum aku menghampirinya, aku bertekad untuk mengabdi.
Ya walaupun aku tak tahu pengabdianku akan berarti atau tidak
Untuk tuanku, aku akan coba menjadi yang terbaik.
Ya setidaknya berharap semoga dianggap.
Ini mungkin salah satu alasan kenapa aku tak mau berontak
Kenapa aku tak mau protes
Kenapa aku tak mau keluar dari penjara ini.
Karena aku tau, dia mendekat.
Perlahan mendekatiku, dengan perantara degup ini.
Hai orang-orang yang mengenalku,
Bersiaplah...
Aku, budakmu
haruskah aku bersyukur saja dengan perlakuan yang seperti itu?
ataukah ........
ah, rasanya pilihan kedua tidak mungkin.
ku ingat kembali kehidupanku dulu.
sama....
ku lakukan kewajiban, tapi ku tak dapatkan hak ku.
tak dapatkan, dan tak berhak menuntut.
ahh... ini penjara.
tempat aktivitasku, penjara.
hatiku pun, penjara.
yah, mungkin aku memang ditakdirkan untuk hidup seperti ini.
selalu berbuat baik, harus...
walaupun aku diinjak.
syukuri saja, mungkin hanya itu yang bisa ku lakukan.
sampai kapan? sampai maut datang.
tak inginkah kau keluar? sangat ingin, namun diluar sana aku tak yakin akan lebih baik.
aku hanya bisa jalani saja semua ini.
salah satu cara bahagia, pikirkan bahwa kau budak, kau pelayan.
hidupmu untuk apa? untuk melayani tuanmu.
satu-satunya tujuanmu adalah membuat dia bahagia.
buat dia bahagia, apapun caranya.
walaupun itu mengorbankan kebahagiannmu.
tak ada waktu untuk memikirkan kebahagiaanmu.
bahagiamu itu tak berarti.
apakah tuanmu akan membahagiakanmu? jangan harap, dan dilarang berharap.
kau harus selalu ada saat dia membutuhkanmu. wajib.
saat kau butuh bantuan? siapa peduli, bantu saja dirimu sendiri.
bahkan saat sakitmu itu adalah bahagianya, kau harus rela tersakiti, sampai dia puas.
yaaa.. ini lah hidupku.
hidup seorang budak, seorang pelayan.
tak berhak tuk dapatkan kebahagiaan.
tertanda,
budak/pelayanmu
ataukah ........
ah, rasanya pilihan kedua tidak mungkin.
ku ingat kembali kehidupanku dulu.
sama....
ku lakukan kewajiban, tapi ku tak dapatkan hak ku.
tak dapatkan, dan tak berhak menuntut.
ahh... ini penjara.
tempat aktivitasku, penjara.
hatiku pun, penjara.
yah, mungkin aku memang ditakdirkan untuk hidup seperti ini.
selalu berbuat baik, harus...
walaupun aku diinjak.
syukuri saja, mungkin hanya itu yang bisa ku lakukan.
sampai kapan? sampai maut datang.
tak inginkah kau keluar? sangat ingin, namun diluar sana aku tak yakin akan lebih baik.
aku hanya bisa jalani saja semua ini.
salah satu cara bahagia, pikirkan bahwa kau budak, kau pelayan.
hidupmu untuk apa? untuk melayani tuanmu.
satu-satunya tujuanmu adalah membuat dia bahagia.
buat dia bahagia, apapun caranya.
walaupun itu mengorbankan kebahagiannmu.
tak ada waktu untuk memikirkan kebahagiaanmu.
bahagiamu itu tak berarti.
apakah tuanmu akan membahagiakanmu? jangan harap, dan dilarang berharap.
kau harus selalu ada saat dia membutuhkanmu. wajib.
saat kau butuh bantuan? siapa peduli, bantu saja dirimu sendiri.
bahkan saat sakitmu itu adalah bahagianya, kau harus rela tersakiti, sampai dia puas.
yaaa.. ini lah hidupku.
hidup seorang budak, seorang pelayan.
tak berhak tuk dapatkan kebahagiaan.
tertanda,
budak/pelayanmu
Saturday, October 12, 2013
12/10/13
Hari2 yang kulewati dengannya hari ini :
1. Jemput dia di stasiun, trus dia nyetir ke arah kosan dengan kebut2an, padahal jalanan licin gara2 hujan. Dibilangin buat pelan2 ga sadar juga, malah mainin rem. Aku ingetin kalo ntar aku jatoh gimana dia tetep aja ga berubah.. (aku semakin merasa tak berharga ._. )
2. Selama di jalan setiap perkataanku selalu ditangkis, walaupun itu adalah hal yg ga penting, masih aja didebatin.. Aku bete dan males mau ngomong sama dia lagi.. (bete -_-)
3. Mampir ke kampusnya bentar, ngeliat situasi ternyata anak senat ga ada.. Dia buka hape, ngeliat chat kayak sembunyi2 gitu.. Aku curiga, aku intip dia, malah diumpetin.. Karena kesel, aku cubit perutnya keras banget (kesel XC )
4. Kita akhirnya ke warung aja nonton bola, disana aku ditawarin minum apa, awalnya ditawarin es milo, cuman aku pikir2 lagi pengennya yg anget, tapi berubah pikiran. Akhirnya aku bilang "es teh atau es milo deh terserah". Trus aku lupa dia bilang apa, pokoknya intinya dia bilang kalo aku ga konsisten.. Aku bilang aja "kan aku bilang es teh atau es milo, terserah kamu pilih aja diantara 2 itu, ga konsisten gimana sih, wong udah jelas gitu -_-" Trus dia berargumen lagi blablabla.. Ga aku peduliin.. Bete.. Akhirnya aku bilang aja.. "Ga usah minum deh makasih".. Trus dia ke arah mas2nya dan mesenin es milo. Aku teriak aja "Ga usah, ga jadi".. Tapi dia tetep mesen.
Setelah itu milo dateng, ga aku minum.. Dia maksa suruh minum.. Aku gamau soalnya takut ntar disindir lagi.. Dia bilang "nggak kok, minum aja".. Akhirnya aku minum dah.. Trus karena sebel, aku pengen pesen nasi goreng.. Pas aku bilang mau nasi goreng ke dia, mukanya kusut gitu, kek ga ikhlas, akhirnya aku diem aja dah.. Trus dia bilang "nasi goreng apa?".. Aku tulis pesananku di kertas menu.. Trus setelah selesai, aku kasi kertasnya ke dia.. Dia lagi main game hape, lagi asik.. Aku bilang lagi ke dia "ini.. kasi gih ke mbaknya" Tapi dia masih aja ga berkutik.. Akhirnya aku cubit dia.. Trus dia malah bentak "Iya bentar.. Sabar napaa!!!"
Aku ga bisa dibentak, langsung airmataku keluar, aku nangis, jantungku deg2an, aku gemetar ketakutan..
Karena takut diliatin orang, aku buru2 ngelap airmataku.. Aku tenangkan diri, aku coba buka2 fb dan chat sama arin.. Perlahan aku mulai bisa tenang, tapi aku masih ga berani natap dia..
5. Pertandingan bola dimulai. Kita nonton tuh.. Seru.. Tapi sayangnya si wasit agak ga fair.. Si dia kesel.. Selama pertandingan kata2nya banyak ga benernya.. Dia sering bilang "gw doain mandul tuh.." Mbak yuli sama aku langsung noleh ke dia, aku bilangin "eehh.. ga boleh gitu.. biasa aja kali.." dia bilang "abisnya keseeell.."
Trus ditengah2 pertandingan dia bilang "goblookk!!" keras banget, padahal yg lain lagi diem.. Gue malu sumpah.. Kok cowo gw jadi kek gini sih sekarang.. Dulu ga kek gini padahal.. :/
Pas pulang ke kosan, aku ngerasa lemes, kayak ga ada harapan.. Aku ga bahagia ada disampingnya.. Bukan hanya kali ini saja, tapi hampir setiap aku di sampingnya, aku sedih, bete, kesel, atau sejenisnya.. Yang tersisa hanya kesedihan.. Aku serasa hilang harapan.. Aku gamau punya suami kayak gitu.. Aku udah lakuin semuanya tapi ga ada hasilnya.. Bener2 hopeless.....
1. Jemput dia di stasiun, trus dia nyetir ke arah kosan dengan kebut2an, padahal jalanan licin gara2 hujan. Dibilangin buat pelan2 ga sadar juga, malah mainin rem. Aku ingetin kalo ntar aku jatoh gimana dia tetep aja ga berubah.. (aku semakin merasa tak berharga ._. )
2. Selama di jalan setiap perkataanku selalu ditangkis, walaupun itu adalah hal yg ga penting, masih aja didebatin.. Aku bete dan males mau ngomong sama dia lagi.. (bete -_-)
3. Mampir ke kampusnya bentar, ngeliat situasi ternyata anak senat ga ada.. Dia buka hape, ngeliat chat kayak sembunyi2 gitu.. Aku curiga, aku intip dia, malah diumpetin.. Karena kesel, aku cubit perutnya keras banget (kesel XC )
4. Kita akhirnya ke warung aja nonton bola, disana aku ditawarin minum apa, awalnya ditawarin es milo, cuman aku pikir2 lagi pengennya yg anget, tapi berubah pikiran. Akhirnya aku bilang "es teh atau es milo deh terserah". Trus aku lupa dia bilang apa, pokoknya intinya dia bilang kalo aku ga konsisten.. Aku bilang aja "kan aku bilang es teh atau es milo, terserah kamu pilih aja diantara 2 itu, ga konsisten gimana sih, wong udah jelas gitu -_-" Trus dia berargumen lagi blablabla.. Ga aku peduliin.. Bete.. Akhirnya aku bilang aja.. "Ga usah minum deh makasih".. Trus dia ke arah mas2nya dan mesenin es milo. Aku teriak aja "Ga usah, ga jadi".. Tapi dia tetep mesen.
Setelah itu milo dateng, ga aku minum.. Dia maksa suruh minum.. Aku gamau soalnya takut ntar disindir lagi.. Dia bilang "nggak kok, minum aja".. Akhirnya aku minum dah.. Trus karena sebel, aku pengen pesen nasi goreng.. Pas aku bilang mau nasi goreng ke dia, mukanya kusut gitu, kek ga ikhlas, akhirnya aku diem aja dah.. Trus dia bilang "nasi goreng apa?".. Aku tulis pesananku di kertas menu.. Trus setelah selesai, aku kasi kertasnya ke dia.. Dia lagi main game hape, lagi asik.. Aku bilang lagi ke dia "ini.. kasi gih ke mbaknya" Tapi dia masih aja ga berkutik.. Akhirnya aku cubit dia.. Trus dia malah bentak "Iya bentar.. Sabar napaa!!!"
Aku ga bisa dibentak, langsung airmataku keluar, aku nangis, jantungku deg2an, aku gemetar ketakutan..
Karena takut diliatin orang, aku buru2 ngelap airmataku.. Aku tenangkan diri, aku coba buka2 fb dan chat sama arin.. Perlahan aku mulai bisa tenang, tapi aku masih ga berani natap dia..
5. Pertandingan bola dimulai. Kita nonton tuh.. Seru.. Tapi sayangnya si wasit agak ga fair.. Si dia kesel.. Selama pertandingan kata2nya banyak ga benernya.. Dia sering bilang "gw doain mandul tuh.." Mbak yuli sama aku langsung noleh ke dia, aku bilangin "eehh.. ga boleh gitu.. biasa aja kali.." dia bilang "abisnya keseeell.."
Trus ditengah2 pertandingan dia bilang "goblookk!!" keras banget, padahal yg lain lagi diem.. Gue malu sumpah.. Kok cowo gw jadi kek gini sih sekarang.. Dulu ga kek gini padahal.. :/
Pas pulang ke kosan, aku ngerasa lemes, kayak ga ada harapan.. Aku ga bahagia ada disampingnya.. Bukan hanya kali ini saja, tapi hampir setiap aku di sampingnya, aku sedih, bete, kesel, atau sejenisnya.. Yang tersisa hanya kesedihan.. Aku serasa hilang harapan.. Aku gamau punya suami kayak gitu.. Aku udah lakuin semuanya tapi ga ada hasilnya.. Bener2 hopeless.....
Tuesday, September 24, 2013
U know why?
Mungkin kau yang membaca ini merasa heran.. Kenapa aku begitu tak mandiri.. Kenapa aku begitu rapuh..
Akupun bertanya pada diriku sendiri.. Ada apa denganku? Apa yang salah? Kenapa aku begini?
Hingga suatu saat aku berpikir.. Mungkinkah karena aku dari dulu tak punya teman? Sehingga aku sangat merindukan sosok seorang teman yang menemani hidupku..
Sebentar.. Ketika aku mengetik "menemani hidupku" barusan.. Entah kenapa hatiku tiba2 sakit.. JLEB.. Teman hidup? :') Mungkin kau yang saat ini menjadi pacarku, bisa saja menjadi suamiku.. Tapi apakah kau akan menjadi teman hidupku? Aku rasa tidak :'D
Kita akan menjalani hidup masing-masing.. Merasakan hidup kita sendiri-sendiri.. Walaupun dalam naungan rumah tangga.. :')
Oke.. kembali ke topik awal..
Teman.. Mungkin itu yang tak aku dapatkan selama ini.. Ada sih, tapi dia jauh.. Di bandung sana :'P
Disini.. hmm.. aku sendirian :') Aku punya pacar tapi dia bukan temanku.. Entah kenapa aku tak merasa dia adalah temanku.. Karena dia tak berhasil menyentuh hatiku.. Kita sering bertemu, jalan-jalan, makan bareng, tapi yaa kita hanya melakukannya saja.. tanpa hati..
Aku sering merasa iri melihat sekelilingku.. semua pasti ada temannya.. Tertawa, ngobrol, atau apalah.. Ketika aku lihat diriku.. Aku sendiri.. aku lihat kanan kiri tak ada satupun yang menemani.. Aku tatap ke depan.. aku lihat sekelilingku.. Semua tampak bahagia :'D
Aku tersenyum.. aku tertunduk.. Aku tutup mataku dan rasakan seseorang datang dan menghampiriku.. Duduk di sampingku.. Menepuk pundakku dan tersenyum padaku.. Akupun tersenyum padanya.. Dia memegang tanganku dan berkata.. "Aku temenin.. Aku ga akan biarin kamu sendirian menghadapi hidupmu.."
Seketika itu juga aku menangis.. Aku tersenyum padanya.. Jantungku berdetak.. Indah sekali.. Aku serasa melayang hanya dengan kata2 itu.. Hanya dengan tindakannya itu..
Lalu aku buka mata dan mengakhiri semua khayalan itu.. Tapi airmata itu nyata.. Aku masih tetap sendiri disini.. Aku lihat sampingku, tak ada orang.. Aku tersenyum.. Aku pandang ke atas.. Ke langit yang biru nan luas.. Mungkin itu sedikit melegakanku daripada aku iri melihat semuanya di depanku.. Di langit sana lebih indah.. Aku merasa tenang, aku merasa melayang..
Entah kenapa di langit sana aku merasa bahwa inilah tempatku.. Di langit.. Tak ada satu orang pun, tak ada siapapun.. Tempat yang pantas untuk aku.. :')
Akupun bertanya pada diriku sendiri.. Ada apa denganku? Apa yang salah? Kenapa aku begini?
Hingga suatu saat aku berpikir.. Mungkinkah karena aku dari dulu tak punya teman? Sehingga aku sangat merindukan sosok seorang teman yang menemani hidupku..
Sebentar.. Ketika aku mengetik "menemani hidupku" barusan.. Entah kenapa hatiku tiba2 sakit.. JLEB.. Teman hidup? :') Mungkin kau yang saat ini menjadi pacarku, bisa saja menjadi suamiku.. Tapi apakah kau akan menjadi teman hidupku? Aku rasa tidak :'D
Kita akan menjalani hidup masing-masing.. Merasakan hidup kita sendiri-sendiri.. Walaupun dalam naungan rumah tangga.. :')
Oke.. kembali ke topik awal..
Teman.. Mungkin itu yang tak aku dapatkan selama ini.. Ada sih, tapi dia jauh.. Di bandung sana :'P
Disini.. hmm.. aku sendirian :') Aku punya pacar tapi dia bukan temanku.. Entah kenapa aku tak merasa dia adalah temanku.. Karena dia tak berhasil menyentuh hatiku.. Kita sering bertemu, jalan-jalan, makan bareng, tapi yaa kita hanya melakukannya saja.. tanpa hati..
Aku sering merasa iri melihat sekelilingku.. semua pasti ada temannya.. Tertawa, ngobrol, atau apalah.. Ketika aku lihat diriku.. Aku sendiri.. aku lihat kanan kiri tak ada satupun yang menemani.. Aku tatap ke depan.. aku lihat sekelilingku.. Semua tampak bahagia :'D
Aku tersenyum.. aku tertunduk.. Aku tutup mataku dan rasakan seseorang datang dan menghampiriku.. Duduk di sampingku.. Menepuk pundakku dan tersenyum padaku.. Akupun tersenyum padanya.. Dia memegang tanganku dan berkata.. "Aku temenin.. Aku ga akan biarin kamu sendirian menghadapi hidupmu.."
Seketika itu juga aku menangis.. Aku tersenyum padanya.. Jantungku berdetak.. Indah sekali.. Aku serasa melayang hanya dengan kata2 itu.. Hanya dengan tindakannya itu..
Lalu aku buka mata dan mengakhiri semua khayalan itu.. Tapi airmata itu nyata.. Aku masih tetap sendiri disini.. Aku lihat sampingku, tak ada orang.. Aku tersenyum.. Aku pandang ke atas.. Ke langit yang biru nan luas.. Mungkin itu sedikit melegakanku daripada aku iri melihat semuanya di depanku.. Di langit sana lebih indah.. Aku merasa tenang, aku merasa melayang..
Entah kenapa di langit sana aku merasa bahwa inilah tempatku.. Di langit.. Tak ada satu orang pun, tak ada siapapun.. Tempat yang pantas untuk aku.. :')
Feel lonely.. Deeper..
"Aku harus selesein semuanya sendiri.. Aku harus selesein semuanya sendiri.."
Kata-kata itu yang terus aku tanamkan dalam hati sepanjang jalan malam itu..
Berjalan sendiri, tertunduk, sambil membiarkan airmata ini terus menetes..
Aku merasa sendirian.. Aku merasa tak punya siapa2..
Kata-kata itu yang terus aku tanamkan dalam hati sepanjang jalan malam itu..
Berjalan sendiri, tertunduk, sambil membiarkan airmata ini terus menetes..
Aku merasa sendirian.. Aku merasa tak punya siapa2..
Aku bukan yang kau inginkan
Malam itu, ketika aku mendengarnya.. Aku kaget, aku shock.. Ternyata selama ini aku bukan tipe cewe yang kau inginkan.. Yang kau dambakan..
Rajin, baik itu okelah.. Tapi untuk bagian ceria, mandiri, bisa nyelesein masalahnya sendiri.. That's not me.. :')
Aku bukan tipe orang yang ceria.. Jujur saja.. Entah kenapa mungkin diantara semua teman-temanku, aku yang paling diam dan yang paling murung.. Aku merasa biasa aja sih.. Tapi menurut mereka sepertinya begitu.. :|
Mandiri.. Okelah.. Aku sebenernya bisa mandiri, tapi ketika aku punya pasangan hidup, aku ingin melakukannya bersama, bukan sendiri-sendiri.. Hidup terasa indah apabila kita menjalani semuanya bersama bukan? Dan itu yang aku dambakan.. Susah senang bersama..
Bisa nyelesein masalahnya sendiri.. Ini yang paling berat.. Mungkin jika aku bisa selesein sendiri fine lah ya.. Tapi kebanyakan masalahku itu masalah yang aku sendiri butuh orang yang bisa dampingin aku buat ngadepinnya.. Oke, ini ada hubungannya sama kekurangmandirianku (bahasa apa ini =.=).. Aku selalu ingin melakukan semuanya bersama, baik itu suka ataupun duka, karna dengan begitu, aku merasa lebih menyatu denganmu.. Aku selalu ingin tau semua tentangmu, termasuk masalah yang kau hadapi.. Aku ingin berperan di dalam kehidupanmu.. Aku ingin membantumu menyelesaikan semua masalahmu.. Aku ingin meringankan beban di pundakmu.. Aku ingin melihatmu bahagia.. Itu yang aku inginkan..
Tapi sepertinya pikiranmu tak sama denganku.. Jujur, selama ini, selama aku menjalani hubungan ini.. Aku merasa kita hanya berbagi suka saja.. Untuk duka, ambil sendiri-sendiri.. Hadapi sendiri-sendiri.. Dan itu menyakitkan bagiku..
Kenapa aku berkata begitu? Karna kau sendiri ga pernah curhat tentang masalahmu.. Kau tertutup.. Ketika aku tanya ada apa, kau pasti menjawab tidak ada apa-apa.. Padahal raut wajahmu terlihat memangku beban.. Saat itu, aku merasa bukan siapa-siapa bagimu.. Aku bukan bagian dari kehidupanmu :')
Padahal membantumu itu hal yang sangat membahagiakanku.. Amat sangat.. :')
Rajin, baik itu okelah.. Tapi untuk bagian ceria, mandiri, bisa nyelesein masalahnya sendiri.. That's not me.. :')
Aku bukan tipe orang yang ceria.. Jujur saja.. Entah kenapa mungkin diantara semua teman-temanku, aku yang paling diam dan yang paling murung.. Aku merasa biasa aja sih.. Tapi menurut mereka sepertinya begitu.. :|
Mandiri.. Okelah.. Aku sebenernya bisa mandiri, tapi ketika aku punya pasangan hidup, aku ingin melakukannya bersama, bukan sendiri-sendiri.. Hidup terasa indah apabila kita menjalani semuanya bersama bukan? Dan itu yang aku dambakan.. Susah senang bersama..
Bisa nyelesein masalahnya sendiri.. Ini yang paling berat.. Mungkin jika aku bisa selesein sendiri fine lah ya.. Tapi kebanyakan masalahku itu masalah yang aku sendiri butuh orang yang bisa dampingin aku buat ngadepinnya.. Oke, ini ada hubungannya sama kekurangmandirianku (bahasa apa ini =.=).. Aku selalu ingin melakukan semuanya bersama, baik itu suka ataupun duka, karna dengan begitu, aku merasa lebih menyatu denganmu.. Aku selalu ingin tau semua tentangmu, termasuk masalah yang kau hadapi.. Aku ingin berperan di dalam kehidupanmu.. Aku ingin membantumu menyelesaikan semua masalahmu.. Aku ingin meringankan beban di pundakmu.. Aku ingin melihatmu bahagia.. Itu yang aku inginkan..
Tapi sepertinya pikiranmu tak sama denganku.. Jujur, selama ini, selama aku menjalani hubungan ini.. Aku merasa kita hanya berbagi suka saja.. Untuk duka, ambil sendiri-sendiri.. Hadapi sendiri-sendiri.. Dan itu menyakitkan bagiku..
Kenapa aku berkata begitu? Karna kau sendiri ga pernah curhat tentang masalahmu.. Kau tertutup.. Ketika aku tanya ada apa, kau pasti menjawab tidak ada apa-apa.. Padahal raut wajahmu terlihat memangku beban.. Saat itu, aku merasa bukan siapa-siapa bagimu.. Aku bukan bagian dari kehidupanmu :')
Padahal membantumu itu hal yang sangat membahagiakanku.. Amat sangat.. :')
Wednesday, August 28, 2013
Kamu siapa?
Sampai sekarang aku masih merasa belum mengenalmu..
Aku masih merasa asing saat berada di dekatmu..
Aku kadang bingung apa yang harus aku lakukan saat menghadapimu..
Aku tak tahu apa yang kamu inginkan..
Aku masih merasa asing saat berada di dekatmu..
Aku kadang bingung apa yang harus aku lakukan saat menghadapimu..
Aku tak tahu apa yang kamu inginkan..
Tuesday, July 23, 2013
Aku cerminmu
Kalau kamu bersikap manis padaku, aku juga akan bersikap manis padamu..
Dan sebaliknya..
Jika kau dingin padaku, aku juga akan dingin padamu..
Aku bukan wanita lemah lagi.. Bahagiaku takkan bergantung padamu, karena aku tau kau akan mudah mempermainkan perasaanku.. Seperti yang kau lakukan selama ini..
Aku takkan menunjukkan siapa aku sebenarnya lagi.. Aku akan jadi diriku yang aku mau.. Aku akan bahagiakan diriku sendiri.. Aku sudah menunjukkannya tapi kau tak juga berubah.. Ya sudah.. Aku kembali ke aku yang dulu.. :)
Dan kau.... Tereliminasi dari calon imamku.... Kau aku anggap teman dekat, tidak lebih..
Selamat atas turunnya derajatmu di mataku.. :)
Dan sebaliknya..
Jika kau dingin padaku, aku juga akan dingin padamu..
Aku bukan wanita lemah lagi.. Bahagiaku takkan bergantung padamu, karena aku tau kau akan mudah mempermainkan perasaanku.. Seperti yang kau lakukan selama ini..
Aku takkan menunjukkan siapa aku sebenarnya lagi.. Aku akan jadi diriku yang aku mau.. Aku akan bahagiakan diriku sendiri.. Aku sudah menunjukkannya tapi kau tak juga berubah.. Ya sudah.. Aku kembali ke aku yang dulu.. :)
Dan kau.... Tereliminasi dari calon imamku.... Kau aku anggap teman dekat, tidak lebih..
Selamat atas turunnya derajatmu di mataku.. :)
Thursday, July 18, 2013
Kumpulan Status FB hari ini
Semakin tidak yakin padanya.. :|
Aku makin dekat dengan Rama >.< Makin sering ngobrol.. Dan dia yang selalu nemenin aku saat aku sendiri ga ada temen :')
Yang kau ingat hanya semua tentangmu (pekerjaanmu, tugasmu, kepentinganmu).. Kau tak pernah ingat semua hal tentangku (bahkan tanggal lahirku) :')
Kau semakin mengecewakan.. Aku udah bilang bangunin sampai aku benar2 bangun.. But what u do? cuma misscall sekali, trus chat wa.. Udah gitu doang.. Tanpa peduli aku udah bangun apa belom.. -_-
Aku makin dekat dengan Rama >.< Makin sering ngobrol.. Dan dia yang selalu nemenin aku saat aku sendiri ga ada temen :')
Yang kau ingat hanya semua tentangmu (pekerjaanmu, tugasmu, kepentinganmu).. Kau tak pernah ingat semua hal tentangku (bahkan tanggal lahirku) :')
Kau semakin mengecewakan.. Aku udah bilang bangunin sampai aku benar2 bangun.. But what u do? cuma misscall sekali, trus chat wa.. Udah gitu doang.. Tanpa peduli aku udah bangun apa belom.. -_-
Wednesday, July 17, 2013
Tuesday, July 16, 2013
Sahur? Nggak...
Aku udah 2 hari berturut2 aku ga sahur...
Kebangun sih,, tapi entah kenapa ini mata susah buat melek -_-"
Dan tau ga apa yang aku pikirin ketika pagi2 aku sadar udah kelewat sahur?
"Yahhh... ga sahur lagi :( Sayang makanannya.. 10 rb melayang sia2 -_-"
wkwkwkwk :v
Kebangun sih,, tapi entah kenapa ini mata susah buat melek -_-"
Dan tau ga apa yang aku pikirin ketika pagi2 aku sadar udah kelewat sahur?
"Yahhh... ga sahur lagi :( Sayang makanannya.. 10 rb melayang sia2 -_-"
wkwkwkwk :v
Jenuh.....
Selama 3 hari... Dari hari senin sampe skrg hari rabu.. Di kantor ga ada kerjaan apa..
Bingung juga mau ngapain.. FB ga bisa, Youtube juga ga bisa.. Donlot2 di block..
Suram -_-
Bingung juga mau ngapain.. FB ga bisa, Youtube juga ga bisa.. Donlot2 di block..
Suram -_-
Monday, July 15, 2013
Akankah ini cinta? :o
Namanya Ramadhani Agung, panggilannya rama.. Dia temen deket aku di imvu.. Anaknya baik banget, beda ama anak2 imvu lain.. Dia juga lumayan religius keliatan dari tingkah dan status2 di facebooknya..
Dia sering nemenin aku saat aku ga ada temen ngobrol di imvu.. Waktu itu dia udah punya pacar, dan aku udah sama si kebo.. Jadi kita temenan aja gitu, ga ada rasa apa2..
Mungkin karena aku yang emang jarang punya temen, apalagi cowok, jadi gampang kagum gitu, apalagi sama yang perhatian sama aku.. Dan dia perhatian banget :">
Okeh.. aku mencoba bersikap biasa aja, apalagi saat dia cerita2 tentang ceweknya, aku makin yakin kalo perhatiannya itu ga ada maksud apa2.. Emang akunya aja yang ga pernah diperhatiin temen cowo lebih tepatnya ga punya temen cowo wkwkwk
Selama kita temenan, kita sering sharing2 tentang pasangan masing2.. Curhat2 kalo lagi sedih, cerita2 kalo lagi seneng, dll.. Aku sama dia makin lama makin deket dan udah kayak sahabat..
Tapi suatu hari dia bilang dia banyak masalah di real, masalah ama ceweknya juga.. Dia bilang mau vakum online (hiks.. temen gue ilang satu..) Trus ya aku ga bisa nahan dia, aku dukung aja keinginan dia buat vakum..
Dan akhirnya dia beneran vakum, ga pernah ol imvu, ga ada kabar di fb juga.. Bener2 ngilang.. Aku sama sekali gatau kabar dia gimana..
Setelah beberapa bulan.. Akhirnya dia ol fb, dia balik.. >.< Sikapnya masih seperti yang dulu, ga berubah.. Selama beberapa hari kita chat fb walaupun balesnya lama (soalnya aku cuma bisa ol fb sebelum jm 9 pagi dan setelah jam 5 sore).. Kita becanda2 seperti biasa..
Beberapa hari setelah dia ol lagi.. Aku baca2 statusnya.. Dan aaaaakkkk... dia makin alim >.< Statusnya berbobot semua.. >.< Walaupun ada status galau tapi galaunya beda..
Entah kenapa ngeliat status dia aku jadi geregetan.. Aku gatau ini rasa apa.. Aduuhh... Ini aja ngetik bingung, salting,, aaahhh gatau deh... >.<
Trus pas aku baca2 lagi, kayaknya dia udah ga sama pacarnya yang dulu.. Trus sekarang dia suka sama seseorang yang udah punya pacar -.-
Tapi aku gatau siapa itu.. Aakkk... Ramaaaa.. >.< Kau apakan aku ha? -.-
Loll :v gila
Dia sering nemenin aku saat aku ga ada temen ngobrol di imvu.. Waktu itu dia udah punya pacar, dan aku udah sama si kebo.. Jadi kita temenan aja gitu, ga ada rasa apa2..
Mungkin karena aku yang emang jarang punya temen, apalagi cowok, jadi gampang kagum gitu, apalagi sama yang perhatian sama aku.. Dan dia perhatian banget :">
Okeh.. aku mencoba bersikap biasa aja, apalagi saat dia cerita2 tentang ceweknya, aku makin yakin kalo perhatiannya itu ga ada maksud apa2.. Emang akunya aja yang ga pernah diperhatiin temen cowo lebih tepatnya ga punya temen cowo wkwkwk
Selama kita temenan, kita sering sharing2 tentang pasangan masing2.. Curhat2 kalo lagi sedih, cerita2 kalo lagi seneng, dll.. Aku sama dia makin lama makin deket dan udah kayak sahabat..
Tapi suatu hari dia bilang dia banyak masalah di real, masalah ama ceweknya juga.. Dia bilang mau vakum online (hiks.. temen gue ilang satu..) Trus ya aku ga bisa nahan dia, aku dukung aja keinginan dia buat vakum..
Dan akhirnya dia beneran vakum, ga pernah ol imvu, ga ada kabar di fb juga.. Bener2 ngilang.. Aku sama sekali gatau kabar dia gimana..
Setelah beberapa bulan.. Akhirnya dia ol fb, dia balik.. >.< Sikapnya masih seperti yang dulu, ga berubah.. Selama beberapa hari kita chat fb walaupun balesnya lama (soalnya aku cuma bisa ol fb sebelum jm 9 pagi dan setelah jam 5 sore).. Kita becanda2 seperti biasa..
Beberapa hari setelah dia ol lagi.. Aku baca2 statusnya.. Dan aaaaakkkk... dia makin alim >.< Statusnya berbobot semua.. >.< Walaupun ada status galau tapi galaunya beda..
Entah kenapa ngeliat status dia aku jadi geregetan.. Aku gatau ini rasa apa.. Aduuhh... Ini aja ngetik bingung, salting,, aaahhh gatau deh... >.<
Trus pas aku baca2 lagi, kayaknya dia udah ga sama pacarnya yang dulu.. Trus sekarang dia suka sama seseorang yang udah punya pacar -.-
Tapi aku gatau siapa itu.. Aakkk... Ramaaaa.. >.< Kau apakan aku ha? -.-
Loll :v gila
Sunday, 14/06/13, Sore
Aku nyampe kosan sekitar jam 14.30.. Aku langsung sholat.. Abis itu, aku liat hape..
Dan ga ada chat apapun dari si kebo -_- Dia masih molor ternyata :O astagaaaa.. Akhirnya aku telpon pake line, aku chat wa.. Ga dibales juga.. Ya udah aku tinggal tiduran..
Setelah jam 15.00 di baru bangun -_- aku bilangin aja blablabla~ dia bilang maap, abi aja kaget bangun2 udah jam 3, blablabla~
Trus dia tanya, kita mau kemana hari ini? Aku bilang ke dia kalo aku udah ada janji tadi sama nisa(temenku), mau nemenin dia belanja.. Trus dia kayak ga rela gitu.. Tapi ya mau gimana lagi, nisa udah bikin janji duluan daripada dia.. Ya udah.. Akhirnya aku pergi ama nisa, si dia mau bersih2 rumah sama nyari kontrakan katanya..
Abis sholat ashar aku langsung cabut.. Selama jalan sama nisa, aku cuma nemenin aja.. Aku ga beli apa2, sayang uit haha :p
Trus tiba2 aku ngerasa pinggang sebelah kanan sakit.. Awalnya ga begitu sakit, tapi makin lama makin berasa, apalagi kalo dibuat jalan, makin sakit.. Kayaknya ginjalku kumat deh, soalnya posisinya sama kayak dulu waktu aku sakit ginjal.. Selama jalan aku tahan aja itu sakit, berharap cepet maghrib, cepet buka puasa.. Akhirnya jam 17.30 nisa kelar belanja dan kita siap2 pulang.. Sakit pinggangku juga makin menjadi.. >.<
Selama perjalanan pulang aku kasi tau si dia kalo pinggangku sakit, dia ngajak aku buka puasa di rumahnya aja soalnya dikosan juga ga ada makanan, aku belom beli makan juga..
Akhirnya sampe dikosan.. Aku nunggu si dia ga dateng2.. Sampe akhirnya maghrib, aku minum dulu dari sisa air yang ada dikosan.. Setelah agak mendingan aku jalan ke depan gang, nungguin dia disana.. Setelah beberapa lama, akhirnya dia dateng dan aku buka puasa di rumahnya.. Aku juga sekalian tarawih di deket rumahnya :3
Dan ga ada chat apapun dari si kebo -_- Dia masih molor ternyata :O astagaaaa.. Akhirnya aku telpon pake line, aku chat wa.. Ga dibales juga.. Ya udah aku tinggal tiduran..
Setelah jam 15.00 di baru bangun -_- aku bilangin aja blablabla~ dia bilang maap, abi aja kaget bangun2 udah jam 3, blablabla~
Trus dia tanya, kita mau kemana hari ini? Aku bilang ke dia kalo aku udah ada janji tadi sama nisa(temenku), mau nemenin dia belanja.. Trus dia kayak ga rela gitu.. Tapi ya mau gimana lagi, nisa udah bikin janji duluan daripada dia.. Ya udah.. Akhirnya aku pergi ama nisa, si dia mau bersih2 rumah sama nyari kontrakan katanya..
Abis sholat ashar aku langsung cabut.. Selama jalan sama nisa, aku cuma nemenin aja.. Aku ga beli apa2, sayang uit haha :p
Trus tiba2 aku ngerasa pinggang sebelah kanan sakit.. Awalnya ga begitu sakit, tapi makin lama makin berasa, apalagi kalo dibuat jalan, makin sakit.. Kayaknya ginjalku kumat deh, soalnya posisinya sama kayak dulu waktu aku sakit ginjal.. Selama jalan aku tahan aja itu sakit, berharap cepet maghrib, cepet buka puasa.. Akhirnya jam 17.30 nisa kelar belanja dan kita siap2 pulang.. Sakit pinggangku juga makin menjadi.. >.<
Selama perjalanan pulang aku kasi tau si dia kalo pinggangku sakit, dia ngajak aku buka puasa di rumahnya aja soalnya dikosan juga ga ada makanan, aku belom beli makan juga..
Akhirnya sampe dikosan.. Aku nunggu si dia ga dateng2.. Sampe akhirnya maghrib, aku minum dulu dari sisa air yang ada dikosan.. Setelah agak mendingan aku jalan ke depan gang, nungguin dia disana.. Setelah beberapa lama, akhirnya dia dateng dan aku buka puasa di rumahnya.. Aku juga sekalian tarawih di deket rumahnya :3
Sunday, July 14, 2013
Sunday, 14/06/13, Siang
09.45 : aku bangun tapi tidur lagi :P
10.17
Yang ini bener2 melek, aku bangun trus langsung mandi.. haha..
Karena si kebo belom bangun2 juga, aku bingung mau ngapain.. Akhirnya aku memutuskan buat pergi ke mall cari kado buat kebo :v
11:00
Karena si kebo belom bangun2 juga, aku bingung mau ngapain.. Akhirnya aku memutuskan buat pergi ke mall cari kado buat kebo :v
11:00
Aku berangkat ke mall, naik angkot yang tarifnya udah naik, jadi 2500 haha.. Aku cari2 sepatu kerja buat dia.. Tujuan awal adalah Matahari.. Disana aku cari2, dan nemu 2 sepatu yang kayaknya dia suka.. Dia tuh suka sepatu yang modelnya kayak link dibawah ini:
klik disini
Nah aku nyari yang kayak gitu tapi sepatu kerja, warnanya item trus dari kulit gitu.. Yang aku temuin di matahari itu hampir sama tapi ga ada tali yang keliling di bagian dibelakangnya..
Akhirnya aku cari referensi lain.. Aku pergi ke mall sebelahnya, namanya margocity.. Nah disana awalnya aku nyari2 di centro, tapi harga bujubuneng... sejutaan euy -__-" Ga berlama2 disana, soalnya pasti harganya segituan semua..
Trus aku ke toko apa gitu (lupa namanya) nah di etalasenya ga sengaja aku liat ada sepatu kerja modelnya kayak gitu >.< aku seneng banget.. Akhirnya aku masuk dan liat2 disana.. Ternyata harganya lumayan murah haha, soalnya lagi diskon :P
Aku liat2 deh bahannya, solnya, dll (soalnya si kebo seleranya tinggi -_- kalo ga nyaman ga bakal dipake..) Nah pas aku liat2 lagi, ternyata ada yang modelnya sama tapi beda merk.. Diskonnya lebih gede lagi :v wkwk.. Aku liat bahannya lebih enteng, tapi desainnya lebih rapi yang pertama tadi..
Kalo aku bandingin ama yang di matahari tadi, bahannya lebih bagus yang di matahari, tapi modelnya lebih mirip yang disini.. Akhirnya aku balik lagi ke matahari buat bandingin lagi.. haha.. Aku nyebrang ditengah teriknya matahari (lebay :P) dan setelah nyampe di matahari, aku liat2 lagi.. dan ternyata emang modelnya beda walaupun bahannya agak bagus yg di matahari..
Akhirnya aku memutuskan buat balik lagi ke margocity.. Lumayan juga nyebrang bolak balik, panas, puasa pula :v wkwk.. Tapi gpp lah demi abi :3
Di margocity aku ke atm dulu ambil uang, abis itu balik lagi ke toko yang tadi.. Aku ambil yang sepatu pertama, soalnya desainnya lebih rapi, aku tanya sama mas2nya.. "ada yang nomer 42 ga mas?" trus pas mas2nya cari, ternyata adanya 41 ama 43 -_-
Bingung lagi dah.. akhirnya aku ambil yang sepatu kedua, desainnya kurang rapi, tapi sepatunya enteng, trus lebih nyaman ke kaki.. Yang sepatu kedua ini ada yang nomer 42.. Akhirnya aku beli deh.. Sigh.. Akhirnya nemu :D
Kayak gini nih sepatunya :3 klik
Waktu sudah menunjukkan pukul 14.00, aku coba jalan kaki ke arah kosan buat nyari2 jas hujan axio yang bagus.. Daannnn.. setelah aku muter2 nyari.. ga ketemu -___-"
Oke aku nyerah, aku udah haus banget, capek banget.. Akhirnya aku memutuskan balik ke kosan jalan kaki -.-
klik disini
Nah aku nyari yang kayak gitu tapi sepatu kerja, warnanya item trus dari kulit gitu.. Yang aku temuin di matahari itu hampir sama tapi ga ada tali yang keliling di bagian dibelakangnya..
Akhirnya aku cari referensi lain.. Aku pergi ke mall sebelahnya, namanya margocity.. Nah disana awalnya aku nyari2 di centro, tapi harga bujubuneng... sejutaan euy -__-" Ga berlama2 disana, soalnya pasti harganya segituan semua..
Trus aku ke toko apa gitu (lupa namanya) nah di etalasenya ga sengaja aku liat ada sepatu kerja modelnya kayak gitu >.< aku seneng banget.. Akhirnya aku masuk dan liat2 disana.. Ternyata harganya lumayan murah haha, soalnya lagi diskon :P
Aku liat2 deh bahannya, solnya, dll (soalnya si kebo seleranya tinggi -_- kalo ga nyaman ga bakal dipake..) Nah pas aku liat2 lagi, ternyata ada yang modelnya sama tapi beda merk.. Diskonnya lebih gede lagi :v wkwk.. Aku liat bahannya lebih enteng, tapi desainnya lebih rapi yang pertama tadi..
Kalo aku bandingin ama yang di matahari tadi, bahannya lebih bagus yang di matahari, tapi modelnya lebih mirip yang disini.. Akhirnya aku balik lagi ke matahari buat bandingin lagi.. haha.. Aku nyebrang ditengah teriknya matahari (lebay :P) dan setelah nyampe di matahari, aku liat2 lagi.. dan ternyata emang modelnya beda walaupun bahannya agak bagus yg di matahari..
Akhirnya aku memutuskan buat balik lagi ke margocity.. Lumayan juga nyebrang bolak balik, panas, puasa pula :v wkwk.. Tapi gpp lah demi abi :3
Di margocity aku ke atm dulu ambil uang, abis itu balik lagi ke toko yang tadi.. Aku ambil yang sepatu pertama, soalnya desainnya lebih rapi, aku tanya sama mas2nya.. "ada yang nomer 42 ga mas?" trus pas mas2nya cari, ternyata adanya 41 ama 43 -_-
Bingung lagi dah.. akhirnya aku ambil yang sepatu kedua, desainnya kurang rapi, tapi sepatunya enteng, trus lebih nyaman ke kaki.. Yang sepatu kedua ini ada yang nomer 42.. Akhirnya aku beli deh.. Sigh.. Akhirnya nemu :D
Kayak gini nih sepatunya :3 klik
Waktu sudah menunjukkan pukul 14.00, aku coba jalan kaki ke arah kosan buat nyari2 jas hujan axio yang bagus.. Daannnn.. setelah aku muter2 nyari.. ga ketemu -___-"
Oke aku nyerah, aku udah haus banget, capek banget.. Akhirnya aku memutuskan balik ke kosan jalan kaki -.-
Kebooooo.... -___-
Si kebo.. kayaknya nama yang cocok buat dia.. :v
Masa pas hari sabtu, dia bangun jam 12 siang.. Hari minggunya bangun jam 3 sore -___-"
Masa pas hari sabtu, dia bangun jam 12 siang.. Hari minggunya bangun jam 3 sore -___-"
Friday, July 12, 2013
Mad to the rain
Kemarin, sekitar pukul 17.00 cuaca gelap, mendung tebal dan hujan rintik2.. Saat itu juga dia datang menjemputku.. Aku pun menghampirinya dan bertanya padanya
Aku : "Mau langsung pulang? Gerimis gini.."
Dia : "Trus gimana? mau di sevel aja kah?"
Aku : "Hmm.. kalo di sevel ntar mahal pasti buka puasanya.. Bisa abis 40rb lebih.."
Dia : "Ya udah yuk jalan aja.. Kali aja di depok ga hujan.."
Akhirnya kita memutuskan untuk pulang aja ke depok.. Seperti yang telah diprediksikan, hujan makin lama makin deras, mendung yang benar2 tebal waktu itu menghilangkan harapan bahwa hujan akan reda.. Si dia mulai panik, bingung mencari tempat berteduh.. Akhirnya kita berteduh di sebuah pos ronda, kebetulan disana juga ada cowo dan cewe yang neduh..
Disana dia kumat, emosi, ngomel2 ga jelas.. "Aaahh.. tau gini mending di sevel aja dah.. kenapa sih mesti ujan sekarang, kenapa ga tadi siang aja.. blablabla~"
Aku cuma bisa diem dan ngeliatin dia terus sampe dia berhenti ngomel.. Trus dia liat aku, aku langsung nyengir, secara ga langsung, tanpa kata aku nyuruh dia buat senyum.. But well, tetep aja ga berhasil, omelannya berhenti sih, tapi ekspresi dan tingkah lakunya tetep aja emosi -_-
Aku bilang aja ke dia "percuma kamu ngomel2 gitu, hujan ga bakal berhenti dengan kamu ngomel.. :)" Dia cuma diem aja..
Aku ngeliat ke sisi kiri, cowo dan cewe yang ikut neduh di situ lagi ngobrol.. Mereka posisinya ngebelakangin aku, jadi aku bisa leluasa merhatiin mereka.. Aku menundukkan kepala, aku senyum.. Dalam hatiku berkata "Seandainya abi bisa kayak cowo itu, ga emosi cuma gara2 hujan"
Daripada ngeliat mukanya yang jutek, aku mending ngeliat mereka berdua, adem rasanya.. Terlihat si cewe make jaket cowonya dan mereka asyik ngobrol sambil nunggu hujan reda.. Aku liatin aja terus mereka dari belakang, sedangkan si dia cuek aja sibuk main hape, entah apa yang dia lakuin aku gatau..
Setelah beberapa lama, hujan reda, dan pasangan tadi cabut dari pos ronda.. Sekarang sisa aku dan dia.. Aku tanya ke dia, "udah reda ini, ga jalan?" dia bilang "ntar aja masi gerimis"
Akhirnya kita nunggu lagi sampe agak reda gerimisnya.. Setelah itu kita lanjutin perjalanan dengan gerimis rintik2..
Dijalan dia tetep emosi, dia ngomel dan agak ugal2an nyetir motornya.. Aku selama perjalanan diem aja, biarkan dia berpikir.. Dia udah gede kan, tau mana yang bener dan nggak..
Akhirnya setelah hampir nyampe rumah dia ngomong..
Dia : "kok diem aja mi dari tadi?"
Aku : "hmm.. takut dimarahin ama abi ._."
Trus dia mulai sedikit2 becanda..
Ketika nyampe rumah kita langsung buka puasa, berhubung waktu maghrib mau abis, aku sholat dulu baru makan.. Si dia malah makan dulu, trus bilang mau mandi.. Aku bilangin aja.. "Sholat dulu baru mandi" trus dia bilang "iya iyaaa.."
Ya begitulah cerita kali ini~ kayaknya jurus diamku lebih ampuh :v wkwkwk
Bisa nih diterapkan lebih lanjut :3
Aku : "Mau langsung pulang? Gerimis gini.."
Dia : "Trus gimana? mau di sevel aja kah?"
Aku : "Hmm.. kalo di sevel ntar mahal pasti buka puasanya.. Bisa abis 40rb lebih.."
Dia : "Ya udah yuk jalan aja.. Kali aja di depok ga hujan.."
Akhirnya kita memutuskan untuk pulang aja ke depok.. Seperti yang telah diprediksikan, hujan makin lama makin deras, mendung yang benar2 tebal waktu itu menghilangkan harapan bahwa hujan akan reda.. Si dia mulai panik, bingung mencari tempat berteduh.. Akhirnya kita berteduh di sebuah pos ronda, kebetulan disana juga ada cowo dan cewe yang neduh..
Disana dia kumat, emosi, ngomel2 ga jelas.. "Aaahh.. tau gini mending di sevel aja dah.. kenapa sih mesti ujan sekarang, kenapa ga tadi siang aja.. blablabla~"
Aku cuma bisa diem dan ngeliatin dia terus sampe dia berhenti ngomel.. Trus dia liat aku, aku langsung nyengir, secara ga langsung, tanpa kata aku nyuruh dia buat senyum.. But well, tetep aja ga berhasil, omelannya berhenti sih, tapi ekspresi dan tingkah lakunya tetep aja emosi -_-
Aku bilang aja ke dia "percuma kamu ngomel2 gitu, hujan ga bakal berhenti dengan kamu ngomel.. :)" Dia cuma diem aja..
Aku ngeliat ke sisi kiri, cowo dan cewe yang ikut neduh di situ lagi ngobrol.. Mereka posisinya ngebelakangin aku, jadi aku bisa leluasa merhatiin mereka.. Aku menundukkan kepala, aku senyum.. Dalam hatiku berkata "Seandainya abi bisa kayak cowo itu, ga emosi cuma gara2 hujan"
Daripada ngeliat mukanya yang jutek, aku mending ngeliat mereka berdua, adem rasanya.. Terlihat si cewe make jaket cowonya dan mereka asyik ngobrol sambil nunggu hujan reda.. Aku liatin aja terus mereka dari belakang, sedangkan si dia cuek aja sibuk main hape, entah apa yang dia lakuin aku gatau..
Setelah beberapa lama, hujan reda, dan pasangan tadi cabut dari pos ronda.. Sekarang sisa aku dan dia.. Aku tanya ke dia, "udah reda ini, ga jalan?" dia bilang "ntar aja masi gerimis"
Akhirnya kita nunggu lagi sampe agak reda gerimisnya.. Setelah itu kita lanjutin perjalanan dengan gerimis rintik2..
Dijalan dia tetep emosi, dia ngomel dan agak ugal2an nyetir motornya.. Aku selama perjalanan diem aja, biarkan dia berpikir.. Dia udah gede kan, tau mana yang bener dan nggak..
Akhirnya setelah hampir nyampe rumah dia ngomong..
Dia : "kok diem aja mi dari tadi?"
Aku : "hmm.. takut dimarahin ama abi ._."
Trus dia mulai sedikit2 becanda..
Ketika nyampe rumah kita langsung buka puasa, berhubung waktu maghrib mau abis, aku sholat dulu baru makan.. Si dia malah makan dulu, trus bilang mau mandi.. Aku bilangin aja.. "Sholat dulu baru mandi" trus dia bilang "iya iyaaa.."
Ya begitulah cerita kali ini~ kayaknya jurus diamku lebih ampuh :v wkwkwk
Bisa nih diterapkan lebih lanjut :3
Thursday, July 11, 2013
Song for you :)
Bruno mars - The other side
Truth of the matter is I'm complicatedYou're as straight as they comeYou go 'bout your day, babyWhile I had from the sun
It's better if you don't understand'Cause you won't know what it's likeUntil you try
You know I, I've been waiting on the other sideAnd you, all you gotta do is cross the lineI could wait a whole life time but you just gotta decideYou know I, I've been waiting on the otherWaiting on the other side
We would live foreverWho could ask for moreYou could die if you wantedBut baby, what for?
It's better if you don't understandAnd you won't know what it's likeUntil you try
You know I, I've been waiting on the other sideAnd you, all you gotta do is cross the lineI could wait a whole life time but you just gotta decideYou know I, I've been waiting on the otherWaiting on the other side
If they say life's a dream call this insomnia'Cause this ain't Wonderland, it damn sure ain't NarniaAnd once you cross the line, you can't change your mindYeah, I'm a monster but I'm no Frankenstein
And quite franklyI've been feeling insane in between my eyesI really can't explain what I feel insideIf you knew what I was, you'd run and hide
Many have tried to go into the nightCross over the line and come back aliveBut that's the price we payWhen we living on the other side
You know I, I've been waiting on the other sideAnd you, all you gotta do is cross the lineI could wait a whole life time but you just gotta decideYou know I, I've been waiting on the otherWaiting on the other side
It's better if you don't understandIt's better if you don't understandIt's better if you don't understandIt's better if you don't understandIt's better if you don't understandIt's better if you don't understand
Truth of the matter is I'm complicatedYou're as straight as they comeYou go 'bout your day, babyWhile I had from the sun
It's better if you don't understand'Cause you won't know what it's likeUntil you try
You know I, I've been waiting on the other sideAnd you, all you gotta do is cross the lineI could wait a whole life time but you just gotta decideYou know I, I've been waiting on the otherWaiting on the other side
We would live foreverWho could ask for moreYou could die if you wantedBut baby, what for?
It's better if you don't understandAnd you won't know what it's likeUntil you try
You know I, I've been waiting on the other sideAnd you, all you gotta do is cross the lineI could wait a whole life time but you just gotta decideYou know I, I've been waiting on the otherWaiting on the other side
If they say life's a dream call this insomnia'Cause this ain't Wonderland, it damn sure ain't NarniaAnd once you cross the line, you can't change your mindYeah, I'm a monster but I'm no Frankenstein
And quite franklyI've been feeling insane in between my eyesI really can't explain what I feel insideIf you knew what I was, you'd run and hide
Many have tried to go into the nightCross over the line and come back aliveBut that's the price we payWhen we living on the other side
You know I, I've been waiting on the other sideAnd you, all you gotta do is cross the lineI could wait a whole life time but you just gotta decideYou know I, I've been waiting on the otherWaiting on the other side
It's better if you don't understandIt's better if you don't understandIt's better if you don't understandIt's better if you don't understandIt's better if you don't understandIt's better if you don't understand
Galau :3
Pagi ini seperti biasa aku selalu buka FB imvu dan real.. FB imvu sih isinya seperti biasa.. Tapi FB real kali ini beda.. Mereka banyak yang bahas nikah >.<
Okey.. Kalo udah bahas nikah aku pasti galau -_-
Jujur aku belum yakin dengan pacarku yang sekarang.. Aku belum menemukan sosok imam dalam dirinya.. Sholat aja masih harus dipaksa -_-
Dia juga masih belum dewasa, sifatnya masih anak2.. Selama ini lebih banyak aku yang ngebimbing dia ketimbang dia ngebimbing aku -_- Kadang kalo aku ngadepin dia itu kayak ngadepin anak kecil.. Dia juga gampang banget emosi, dikit2 emosi, ada masalah dikit emosi.. Capek kadang nanggepinnya, mending diem dah daripada diomelin ga jelas..
Tapi aku masih nunggu selama setahun ke depan, aku mau liat apa dia bisa berubah apa nggak.. Jadi seorang pria yang dewasa, yang bisa membimbing aku jadi wanita yang lebih baik.. Jadi pria yang rajin ibadahnya, bisa jadi imam yang baik, bisa membimbing keluarganya.. :)
Aku ingin nantinya dia yang jadi imam, jadi pemimpin, aku yang mendampingi (memang begitu kan harusnya :P)
Yaahhh.. I still waiting for you to be a better man :)
Okey.. Kalo udah bahas nikah aku pasti galau -_-
Jujur aku belum yakin dengan pacarku yang sekarang.. Aku belum menemukan sosok imam dalam dirinya.. Sholat aja masih harus dipaksa -_-
Dia juga masih belum dewasa, sifatnya masih anak2.. Selama ini lebih banyak aku yang ngebimbing dia ketimbang dia ngebimbing aku -_- Kadang kalo aku ngadepin dia itu kayak ngadepin anak kecil.. Dia juga gampang banget emosi, dikit2 emosi, ada masalah dikit emosi.. Capek kadang nanggepinnya, mending diem dah daripada diomelin ga jelas..
Tapi aku masih nunggu selama setahun ke depan, aku mau liat apa dia bisa berubah apa nggak.. Jadi seorang pria yang dewasa, yang bisa membimbing aku jadi wanita yang lebih baik.. Jadi pria yang rajin ibadahnya, bisa jadi imam yang baik, bisa membimbing keluarganya.. :)
Aku ingin nantinya dia yang jadi imam, jadi pemimpin, aku yang mendampingi (memang begitu kan harusnya :P)
Yaahhh.. I still waiting for you to be a better man :)
Diam tak dianggap
Awalnya semuanya bersikap manis padaku.. Menyapa, sesekali mengajak ngobrol, bertanya2 tentangku, dll.. Tapi lambat laun aku merasa aku disini tak dianggap.. Tak ada lagi pertanyaan, tak ada lagi obrolan, semua cuek padaku.. Aku ada dan tiada pun sama saja.. Aku baru sadar tadi ketika semuanya pulang tanpa pamit padaku.. Mereka pamit pada yang lain tapi tidak padaku.. Kemarin saat puasa pertamapun, semua saling bersalaman, tapi tidak denganku.. Entah aku tak tau salahku apa.. Aku menyakiti kalian kah? Aku rasa tidak..
Sebenarnya aku tau mengapa semua orang bersikap sama padaku.. Aku pendiam, sosok yang sunyi.. Jarang bersuara.. Ga asik istilahnya lah.. Yeah.. that's me.. Aku berada di lingkungan baru, dimana semuanya asing.. Aku tak kenal orang2 itu, aku tak kenal benda2 dan tempat2 disini.. Aku sendiri dan tak punya teman disini.. Sesekali aku bertanya dan mencoba bergabung dengan obrolan mereka.. Tapi aku masih orang awam yang tak tau apa2 tentang apa yang mereka bicarakan.. Aku hanya bisa tertawa ketika itu aku anggap lucu, dan menyimak dengan seksama obrolan mereka.. Ketika semuanya bercanda, aku mencoba ikut tapi dengan candaan halus, dan itu kalah dengan candaan mereka yang lebih lucu dan lebih asyik.. Aku tak ada apa2nya.. Ditambah lagi dengan suaraku yang kecil, tak ada apa2nya dengan suara mereka yang lantang.. Aku bersuarapun mungkin tak kan terdengar kecuali jika mereka diam.. Bagaimana bisa aku ikut bergabung jika suaraku hanya terdengar pada orang di sebelah kanan dan kiriku saja.. Ya begitulah.. Aku sudah mencoba beberapa kali bersuara lantang, tapi yang ada malah mereka menganggapku marah.. Serba salah memang..
Banyak orang yang bilang kenapa aku selalu sendiri dan tak banyak bicara.. Aku kembalikan lagi pada mereka.. "Kenapa kalian tak mengajakku bicara dan menemaniku??" Mereka hanya bisa terdiam,, mungkin karena tidak tega untuk mengungkapkan alasannya, takut menyinggungku.. Yang lain juga ada yang menjawab, "Coba kamu yang mulai ngobrol.." Aku bilang pada mereka.. "Ketika aku bicara, adakah kalian menanggapi ucapanku? Bukankah ucapanku hanya angin lalu saja bagi kalian, masuk telinga dan keluar begitu saja tanpa makna.. Aku memang tak pandai berkomunikasi, tapi aku selalu berusaha walaupun akan membuat suasana yang awalnya asik menjadi garing.." Mereka berdalih lagi.. Suaramu kurang keras, sehingga kami kurang memperhatikannya.. Aku menjawab dengan suara agak keras.. "Seperti inikah kerasnya?" Mereka tertegun, mungkin mereka merasa aneh dengan suaraku yang keras dan terkesan marah.. Aku tersenyum kembali.. "Ini aku,, aku ya begini.. Dari dulu aku sudah berusaha untuk berubah jadi cerewet, tapi tak semudah itu, aku hanya bisa cerewet pada beberapa orang yang benar2 mengerti aku dan dekat denganku.. Jika bertemu orang baru, aku akan bicara sekedarnya, aku sering tak punya ide untuk bicara apa lagi, otakku ya begini.."
Sudah sering aku ikut ngobrol dengan sekelompok orang, tapi hasilnya aku ga dihiraukan karena mereka sudah dekat, sudah terlanjur asik, yang ada aku malah mengganggu dan merusak suasana..
Terkadang ketika mereka asik ngobrol, dan aku nimbrung dengan mengucapkan sesuatu, entah mereka pura2 tidak dengar atau memang sengaja dihiraukan aku tak tau..
Aku bisa akrab dan mungkin banyak bicara pada orang one by one.. Bukan segerombolan.. Aku lebih bisa mengungkapkan apa yang ada di pikiranku ketika aku ngomong 4 mata atau 6 mata.. Ketika jumlahnya sudah cukup banyak, aku kalah omong..
Mengapa di imvu aku bisa lebih mudah berkomunikasi? Karena di imvu setiap huruf dan kalimat yang aku ketikkan terbaca oleh mereka.. Tak seperti disini, diimvu mereka tak bisa pura2 tak melihat karena ada barang bukti.. Tapi di real? no..
Sebenarnya ada satu hal yang masih aku bingungkan sampai saat ini.. Salahkah aku terlahir sebagai pendiam? Aku juga manusia sosial yang ingin berteman.. Aku tak bisa hidup sendiri..
Sebenarnya aku tau mengapa semua orang bersikap sama padaku.. Aku pendiam, sosok yang sunyi.. Jarang bersuara.. Ga asik istilahnya lah.. Yeah.. that's me.. Aku berada di lingkungan baru, dimana semuanya asing.. Aku tak kenal orang2 itu, aku tak kenal benda2 dan tempat2 disini.. Aku sendiri dan tak punya teman disini.. Sesekali aku bertanya dan mencoba bergabung dengan obrolan mereka.. Tapi aku masih orang awam yang tak tau apa2 tentang apa yang mereka bicarakan.. Aku hanya bisa tertawa ketika itu aku anggap lucu, dan menyimak dengan seksama obrolan mereka.. Ketika semuanya bercanda, aku mencoba ikut tapi dengan candaan halus, dan itu kalah dengan candaan mereka yang lebih lucu dan lebih asyik.. Aku tak ada apa2nya.. Ditambah lagi dengan suaraku yang kecil, tak ada apa2nya dengan suara mereka yang lantang.. Aku bersuarapun mungkin tak kan terdengar kecuali jika mereka diam.. Bagaimana bisa aku ikut bergabung jika suaraku hanya terdengar pada orang di sebelah kanan dan kiriku saja.. Ya begitulah.. Aku sudah mencoba beberapa kali bersuara lantang, tapi yang ada malah mereka menganggapku marah.. Serba salah memang..
Banyak orang yang bilang kenapa aku selalu sendiri dan tak banyak bicara.. Aku kembalikan lagi pada mereka.. "Kenapa kalian tak mengajakku bicara dan menemaniku??" Mereka hanya bisa terdiam,, mungkin karena tidak tega untuk mengungkapkan alasannya, takut menyinggungku.. Yang lain juga ada yang menjawab, "Coba kamu yang mulai ngobrol.." Aku bilang pada mereka.. "Ketika aku bicara, adakah kalian menanggapi ucapanku? Bukankah ucapanku hanya angin lalu saja bagi kalian, masuk telinga dan keluar begitu saja tanpa makna.. Aku memang tak pandai berkomunikasi, tapi aku selalu berusaha walaupun akan membuat suasana yang awalnya asik menjadi garing.." Mereka berdalih lagi.. Suaramu kurang keras, sehingga kami kurang memperhatikannya.. Aku menjawab dengan suara agak keras.. "Seperti inikah kerasnya?" Mereka tertegun, mungkin mereka merasa aneh dengan suaraku yang keras dan terkesan marah.. Aku tersenyum kembali.. "Ini aku,, aku ya begini.. Dari dulu aku sudah berusaha untuk berubah jadi cerewet, tapi tak semudah itu, aku hanya bisa cerewet pada beberapa orang yang benar2 mengerti aku dan dekat denganku.. Jika bertemu orang baru, aku akan bicara sekedarnya, aku sering tak punya ide untuk bicara apa lagi, otakku ya begini.."
Sudah sering aku ikut ngobrol dengan sekelompok orang, tapi hasilnya aku ga dihiraukan karena mereka sudah dekat, sudah terlanjur asik, yang ada aku malah mengganggu dan merusak suasana..
Terkadang ketika mereka asik ngobrol, dan aku nimbrung dengan mengucapkan sesuatu, entah mereka pura2 tidak dengar atau memang sengaja dihiraukan aku tak tau..
Aku bisa akrab dan mungkin banyak bicara pada orang one by one.. Bukan segerombolan.. Aku lebih bisa mengungkapkan apa yang ada di pikiranku ketika aku ngomong 4 mata atau 6 mata.. Ketika jumlahnya sudah cukup banyak, aku kalah omong..
Mengapa di imvu aku bisa lebih mudah berkomunikasi? Karena di imvu setiap huruf dan kalimat yang aku ketikkan terbaca oleh mereka.. Tak seperti disini, diimvu mereka tak bisa pura2 tak melihat karena ada barang bukti.. Tapi di real? no..
Sebenarnya ada satu hal yang masih aku bingungkan sampai saat ini.. Salahkah aku terlahir sebagai pendiam? Aku juga manusia sosial yang ingin berteman.. Aku tak bisa hidup sendiri..
7.45 - 17.00
Selama aku magang di kantor, aku dateng paling awal, pulangnya selalu belakangan..
dateng pas ga ada orang, pulang juga pas ga ada orang wkwkwk.. Nasib nasib~
dateng pas ga ada orang, pulang juga pas ga ada orang wkwkwk.. Nasib nasib~
Wednesday, July 10, 2013
My criteria [always updated]
- Agamanya bagus (minimal sholat 5 waktu + ngaji), kalo bisa sih alim :P
- Menerima aku apa adanya dengan semua kekuranganku (yang pendiem, kurang bisa sosialisasi, gampang nangis, dll)
- Bisa memimpin keluarga & jadi imam yang baik
- Pengertian
- Romantis
- Ga emosian
- Bijaksana
- Sabar
Untuk fisik dan material aku ga begitu memperhatiin sih, yang jelas dia ga nyeremin buat diliat (setan kali -_-) tingginya sih minimal sama ama aku (aku udah pendek -_- ga mungkin suamiku lebih pendek) trus paling tidak dia punya penghasilan (berapapun itu)
Fisik dan material nomer sekian lah.. yang penting hati dan sifatnya :D
Fisik dan material nomer sekian lah.. yang penting hati dan sifatnya :D
@7Eleven
Semalem, setelah buka puasa, dia minta temenin ke sevel buat ngerjain tugas program kantor.. Aku saranin ntar aja ke sevelnya abis tarawih.. Tapi dia bilang ntar aja tarawih sendiri di rumah 2 tarawih 3 witir wkwkwk (sambil ngakak).. Aku cuma bisa pasang tampang (-_-)..
Okelah, mungkin emang ga bisa ditunda dan harus cepet selesai, soalnya besok mau meeting.. Akhirnya kita ke sevel deh.. Nyampe di sana kita naik ke lantai atas dan mulai ngerjain, dia jelasin ke aku masalahnya blablabla dan errornya blablabla.. Akhirnya aku coba selesain, dan alhamdulillah solved, setelah itu dia minta lanjutin lagi ke tahap selanjutnya..
Nah.. selama aku ngerjain, aku baru sadar kalo kodingannya belom disave -_- dan parahnya lagi leptop kantornya yang lemot itu tiba2 not responding.. :O OMG.. Aku langsung ngelirik dia dan bener deh, mukanya mulai berubah.. Keningnya mulai berkerut dan bibirnya yang tadi biasa aja mulai menegang.. Tangannya mulai megang dan garuk2 kepalanya yang sebenernya ga gatel.. Okeh.. aku mulai panik, aku udah tau apa yang akan terjadi, pasti dia emosinya meledak.. Aku mulai melepas tanganku yang daritadi nempel di leptop, aku mulai nyender kursi dan gatau harus gimana.. Aku cuma bisa ngeliat layar leptop dan berharap not respondingnya ilang.. Tapi setelah ditunggu ternyata ga ilang2 juga dan dia dengan tidak sabarnya menekan ctrl+alt+del, klik end process..
Oke fine,, semua hasil kerjaku hilang, waktu udah menunjukkan pukul 23.00 dan aku harus segera pulang sebelum kosanku dikunci.. Aku liat si dia mulai kesal, wajahnya udah mulai menakutkan, dia coba buka programnya lagi dan ternyata semuanya hilang.. dia mulai menekan keyboard dengan keras, mencoba mengerjakannya kembali.. Dia seakan2 mau ngerusak itu lepi, dan bahkan bilang pengen ngelempar lepinya /sigh..
Aku berusaha tenang, aku berkata dalam hati "oke, ini terjadi lagi, dan kamu tau kan apa yang harus kamu lakukan.. Siapin hati.. tarik nafas.. dan mulai bicara padanya.."
Aku beranikan diri ngomong ama dia, "sabar bi.. ntar aku kerjain deh di kosan, sekarang pulang yuk, udah jm 11.."
Dia cuma bisa megang kepalanya dengan raut wajah emosi.. Dia ngomel2 ga jelas ama lepinya.. Karena omonganku ga direspon, akhirnya aku ambil alih lepinya dan mulai ngerjain lagi dari awal..
Baru beberapa ketikan, dia bilang.. "Udah biarin aja.. Males udah.. Kenapa sih ada aja..... blablabla~ (suara omelannya samar2)"
Aku bilang sekali lagi "Ntar aku bawa ya lepinya, umi terusin di kosan.."
Tanpa bilang iya atau tidak, dia langsung beres2 dan aku inisiatif masukin lepinya ke tasku.. Aku ga mungkin biarin dia bawa leptop itu, yang ada ntar itu leptop dia lempar beneran lagi.. -_-
Akhirnya kita pulang, nyampe di kosan aku niatnya mau begadang aja ngerjain programnya dia.. Tapi yaaa kasurku sangat menggoda untuk ditiduri wkwkwk, apalagi moodku lagi ga enak banget buat ngerjain setelah kejadian tadi -_-
Dan alhasil aku memutuskan buat tiduran aja dulu, tenangin diri.. Dan seperti yang sudah anda duga.. Aku tidur beneran wkwkwk ^U^ dan baru kebangun jam 2.30
Akhirnya aku mulai ngerjain jam segitu sampe subuh~
Trus paginya aku kepikiran lagi.. Ntar kalo dalam keluarga ada masalah besar gimana ya.. Misalnya ntar anakku kecelakaan gara2 dibonceng ama pacarnya.. Bisa2 dibunuh kali ya itu pacar anakku -____-
Okelah, mungkin emang ga bisa ditunda dan harus cepet selesai, soalnya besok mau meeting.. Akhirnya kita ke sevel deh.. Nyampe di sana kita naik ke lantai atas dan mulai ngerjain, dia jelasin ke aku masalahnya blablabla dan errornya blablabla.. Akhirnya aku coba selesain, dan alhamdulillah solved, setelah itu dia minta lanjutin lagi ke tahap selanjutnya..
Nah.. selama aku ngerjain, aku baru sadar kalo kodingannya belom disave -_- dan parahnya lagi leptop kantornya yang lemot itu tiba2 not responding.. :O OMG.. Aku langsung ngelirik dia dan bener deh, mukanya mulai berubah.. Keningnya mulai berkerut dan bibirnya yang tadi biasa aja mulai menegang.. Tangannya mulai megang dan garuk2 kepalanya yang sebenernya ga gatel.. Okeh.. aku mulai panik, aku udah tau apa yang akan terjadi, pasti dia emosinya meledak.. Aku mulai melepas tanganku yang daritadi nempel di leptop, aku mulai nyender kursi dan gatau harus gimana.. Aku cuma bisa ngeliat layar leptop dan berharap not respondingnya ilang.. Tapi setelah ditunggu ternyata ga ilang2 juga dan dia dengan tidak sabarnya menekan ctrl+alt+del, klik end process..
Oke fine,, semua hasil kerjaku hilang, waktu udah menunjukkan pukul 23.00 dan aku harus segera pulang sebelum kosanku dikunci.. Aku liat si dia mulai kesal, wajahnya udah mulai menakutkan, dia coba buka programnya lagi dan ternyata semuanya hilang.. dia mulai menekan keyboard dengan keras, mencoba mengerjakannya kembali.. Dia seakan2 mau ngerusak itu lepi, dan bahkan bilang pengen ngelempar lepinya /sigh..
Aku berusaha tenang, aku berkata dalam hati "oke, ini terjadi lagi, dan kamu tau kan apa yang harus kamu lakukan.. Siapin hati.. tarik nafas.. dan mulai bicara padanya.."
Aku beranikan diri ngomong ama dia, "sabar bi.. ntar aku kerjain deh di kosan, sekarang pulang yuk, udah jm 11.."
Dia cuma bisa megang kepalanya dengan raut wajah emosi.. Dia ngomel2 ga jelas ama lepinya.. Karena omonganku ga direspon, akhirnya aku ambil alih lepinya dan mulai ngerjain lagi dari awal..
Baru beberapa ketikan, dia bilang.. "Udah biarin aja.. Males udah.. Kenapa sih ada aja..... blablabla~ (suara omelannya samar2)"
Aku bilang sekali lagi "Ntar aku bawa ya lepinya, umi terusin di kosan.."
Tanpa bilang iya atau tidak, dia langsung beres2 dan aku inisiatif masukin lepinya ke tasku.. Aku ga mungkin biarin dia bawa leptop itu, yang ada ntar itu leptop dia lempar beneran lagi.. -_-
Akhirnya kita pulang, nyampe di kosan aku niatnya mau begadang aja ngerjain programnya dia.. Tapi yaaa kasurku sangat menggoda untuk ditiduri wkwkwk, apalagi moodku lagi ga enak banget buat ngerjain setelah kejadian tadi -_-
Dan alhasil aku memutuskan buat tiduran aja dulu, tenangin diri.. Dan seperti yang sudah anda duga.. Aku tidur beneran wkwkwk ^U^ dan baru kebangun jam 2.30
Akhirnya aku mulai ngerjain jam segitu sampe subuh~
Trus paginya aku kepikiran lagi.. Ntar kalo dalam keluarga ada masalah besar gimana ya.. Misalnya ntar anakku kecelakaan gara2 dibonceng ama pacarnya.. Bisa2 dibunuh kali ya itu pacar anakku -____-
Tuesday, July 9, 2013
Emosimu :')
Pas pulang kerja hari jumat (05/07/2013) sebelumnya kita biasa-biasa aja, chat seperti biasa, tapi semua berubah drastis cuma gara2 charger si dia ketinggalan di kantor. Dia marah2 ga jelas, bilang aku ga perhatian lah blablabla~
Aku jelas kaget dengan sikap dia yang tiba2 kayak gitu, langsung nangis dah aku dibilang gitu.. Setelah itu kita naik motor balik ke kantornya ngambil charger, sepanjang perjalanan aku ga berani ngomong apa2 takut dia emosi lagi, di jalan juga dia ngebut banget, pastinya aku takut lah.. Perasaanku udah campur aduk waktu itu, dalam keadaan nangis dan ketakutan akhirnya nyampe juga di kantornya.
Setelah dia ngambil chargernya, mukanya masih jutek dan serem, ga berubah. Aku ga berani ngomong apa2.. Aku baru inget kalo aku kayak gini terus ntar dia yang ada makin marah. Akhirnya selama dibonceng di jalan, aku beraniin peluk dia lebih erat sambil ngajak ngobrol dikit2.. Akhirnya dia mulai reda.. Tapi tetep aja aku harus hati2, aku takut ntar dia kumat lagi emosinya karna masih belum stabil.
Selama perjalanan aku mikir, dia udah sering banget emosi kayak gini, padahal cuma hal kecil. Nanti kalo udah berkeluarga gimana ya.. Pasti cobaannya makin banyak, matilah aku.. Dia emang pernah bilang dulu pas waktu2 pertama pacaran, dia itu orangnya emosian, trus aku bilang kan kalo aku paling ga bisa sama orang yang emosian, trus dia bilang, "aku emang emosian, tapi ga bakal aku emosi ke kamu, kalo sama orang lain iya, haha"
Di dalam hati aku tertawa kecil, "haha.. sekarang buktinya :')"
Sudah banyak kejadian2 emosional yang aku alami sama dia, mulai dari dia mukanya jutek, marah2, lempar2 barang, nyiksa diri sendiri, mukul2 tembok, jatuhin diri dari atas kasur ke lantai, sampe minum obat yang ga jelas itu obat apa.. Aku kalo udah berhadapan sama orang yang emosi ribet, mau nenangin tapi akunya ga kuat, tapi untung aku ga pernah sampe pingsan hahaha.. paling parah sih sampe kayak orang gila dan kesurupan..
Sempet berpikir, sampe kapan aku harus bertahan kayak gini.. Malah terpikir hal aneh, apa aku kasi syarat aja ya tapi ga bilang2 ama dia, kalo dia bisa bikin aku ga nangis dalam waktu seminggu aja, aku mau nikah ama dia.. wkwkwk..
Tapi itu terlalu sederhana untuk jadi penentu masa depanku sepertinya, tapi cukup bagus untuk masuk ke kriteria awal :3 haha
Well, sampe sekarang aku masih bertahan.. Aku masih setia menunggu kamu untuk jadi kamu yang dulu, kamu yang aku idam-idamkan.. Kalo sampe aku berubah seperti sekarang (seperti yang kamu inginkan) tapi kamu ga jadi seperti yang aku harapkan.. Ya maaf, aku ga akan mengorbankan sisa hidupku pada imam yang tidak patut aku patuhi.. :'3
Aku jelas kaget dengan sikap dia yang tiba2 kayak gitu, langsung nangis dah aku dibilang gitu.. Setelah itu kita naik motor balik ke kantornya ngambil charger, sepanjang perjalanan aku ga berani ngomong apa2 takut dia emosi lagi, di jalan juga dia ngebut banget, pastinya aku takut lah.. Perasaanku udah campur aduk waktu itu, dalam keadaan nangis dan ketakutan akhirnya nyampe juga di kantornya.
Setelah dia ngambil chargernya, mukanya masih jutek dan serem, ga berubah. Aku ga berani ngomong apa2.. Aku baru inget kalo aku kayak gini terus ntar dia yang ada makin marah. Akhirnya selama dibonceng di jalan, aku beraniin peluk dia lebih erat sambil ngajak ngobrol dikit2.. Akhirnya dia mulai reda.. Tapi tetep aja aku harus hati2, aku takut ntar dia kumat lagi emosinya karna masih belum stabil.
Selama perjalanan aku mikir, dia udah sering banget emosi kayak gini, padahal cuma hal kecil. Nanti kalo udah berkeluarga gimana ya.. Pasti cobaannya makin banyak, matilah aku.. Dia emang pernah bilang dulu pas waktu2 pertama pacaran, dia itu orangnya emosian, trus aku bilang kan kalo aku paling ga bisa sama orang yang emosian, trus dia bilang, "aku emang emosian, tapi ga bakal aku emosi ke kamu, kalo sama orang lain iya, haha"
Di dalam hati aku tertawa kecil, "haha.. sekarang buktinya :')"
Sudah banyak kejadian2 emosional yang aku alami sama dia, mulai dari dia mukanya jutek, marah2, lempar2 barang, nyiksa diri sendiri, mukul2 tembok, jatuhin diri dari atas kasur ke lantai, sampe minum obat yang ga jelas itu obat apa.. Aku kalo udah berhadapan sama orang yang emosi ribet, mau nenangin tapi akunya ga kuat, tapi untung aku ga pernah sampe pingsan hahaha.. paling parah sih sampe kayak orang gila dan kesurupan..
Sempet berpikir, sampe kapan aku harus bertahan kayak gini.. Malah terpikir hal aneh, apa aku kasi syarat aja ya tapi ga bilang2 ama dia, kalo dia bisa bikin aku ga nangis dalam waktu seminggu aja, aku mau nikah ama dia.. wkwkwk..
Tapi itu terlalu sederhana untuk jadi penentu masa depanku sepertinya, tapi cukup bagus untuk masuk ke kriteria awal :3 haha
Well, sampe sekarang aku masih bertahan.. Aku masih setia menunggu kamu untuk jadi kamu yang dulu, kamu yang aku idam-idamkan.. Kalo sampe aku berubah seperti sekarang (seperti yang kamu inginkan) tapi kamu ga jadi seperti yang aku harapkan.. Ya maaf, aku ga akan mengorbankan sisa hidupku pada imam yang tidak patut aku patuhi.. :'3
Thursday, July 4, 2013
About me
Mungkin ini udah telat kali ya buat mengenalkan diri hahaha.. Tapi gpp dah daripada nggak :P
Disini aku mau lebih menekankan pada pengenalan sifat, bukan biodata, itu rahasia soalnya :P
Aku tinggal di depok, kuliah di UI, sekarang lagi magang di jakarta, di jalan gatot subroto, tepatnya di LKPP.. Berangkat dan pulang kantor aku dijemput ama pacarku soalnya searah, dia kerja di jalan sudirman, di PT NEC..
Aku tuh orangnya pendiem, terutama sama orang yang baru kenal, pasti diem banget.. Tapi kalo udah akrab, aku sama aja kayak yang lain, banyak omongnya haha.. Sifat pendiem ini udah dari dulu sejak aku kecil, aku udah berusaha ngubah tapi ga bisa.. Otakku sering bingung apa yang mau diomongin, kalo dipaksa ngomong juga ujung2nya garing -_- Intinya sih sifat ini emang udah dari sononya :v
Sifat selanjutnya adalah sensitif, aku tuh sering memperhatikan hal-hal kecil, karena menurut aku, hal kecil itu permulaan dari suatu hal besar, kalo hal kecil aja ga diperhatikan, gimana hal besarnya nanti.. Kadang juga sifat ini bikin sebel orang, banyak yang bilang "kayak gitu aja diperhatiin, dipermasalahin, dll" Yahh.. that's me..
Masih berhubungan ama sifat sensitif, aku tuh orangnya ga bisa dibentak, dimarahin, dikerasin, dll.. Kalo kata orang sih aku hatinya terlalu lembut ._. Aku aja kalo dinasehatin dengan agak keras gitu bisa nangis, apalagi dibentak dan dimarahin -_- . Sifat ini juga udah dari kecil. Ayah dulu sering kewalahan ngadepin aku, soalnya ayahku kan kalo ngomong kan nadanya keras, nakutin gitu, trus aku sering nangis kalo dibilangin ama ayah.. hehe.. Ibu juga bilang kalo aku itu suka nangis, ngambekan juga.. :3 Jadi kalo ama aku itu harus lembut, kalo udah kenal akrab baru bisa becanda2 yang agak keras gitu.. :P haha
Sifat selanjutnya adalah lembut, penyayang, romantis, dan yang paling aneh adalah suaraku itu kecil (ada orang yang bilang kecil, ada juga yang bilang lembut) jadi kalo ngomong sering ga kedengeran dan ga dihiraukan (ini menyakitkan).. haha.. Aku sama sekali ga suka kekerasan, ga suka emosi, ga suka politik (soalnya identik ama emosi dan tipu daya). Aku orangnya romantis dan penyayang, jadi kalo ama pacar sering manja gitu, sering ngelus2 dia, ya nyayangin deh pokoknya, tapi kadang kalo si dia cuek gitu aku ga suka, soalnya berasa ga dihargai :P
Ya begitulah kira2 gambaran sifatku, kalo sifat2 lainnya masih banyak tapi sifat2 diatas tadi yang paling menonjol :3 hehe
Disini aku mau lebih menekankan pada pengenalan sifat, bukan biodata, itu rahasia soalnya :P
Aku tinggal di depok, kuliah di UI, sekarang lagi magang di jakarta, di jalan gatot subroto, tepatnya di LKPP.. Berangkat dan pulang kantor aku dijemput ama pacarku soalnya searah, dia kerja di jalan sudirman, di PT NEC..
Aku tuh orangnya pendiem, terutama sama orang yang baru kenal, pasti diem banget.. Tapi kalo udah akrab, aku sama aja kayak yang lain, banyak omongnya haha.. Sifat pendiem ini udah dari dulu sejak aku kecil, aku udah berusaha ngubah tapi ga bisa.. Otakku sering bingung apa yang mau diomongin, kalo dipaksa ngomong juga ujung2nya garing -_- Intinya sih sifat ini emang udah dari sononya :v
Sifat selanjutnya adalah sensitif, aku tuh sering memperhatikan hal-hal kecil, karena menurut aku, hal kecil itu permulaan dari suatu hal besar, kalo hal kecil aja ga diperhatikan, gimana hal besarnya nanti.. Kadang juga sifat ini bikin sebel orang, banyak yang bilang "kayak gitu aja diperhatiin, dipermasalahin, dll" Yahh.. that's me..
Masih berhubungan ama sifat sensitif, aku tuh orangnya ga bisa dibentak, dimarahin, dikerasin, dll.. Kalo kata orang sih aku hatinya terlalu lembut ._. Aku aja kalo dinasehatin dengan agak keras gitu bisa nangis, apalagi dibentak dan dimarahin -_- . Sifat ini juga udah dari kecil. Ayah dulu sering kewalahan ngadepin aku, soalnya ayahku kan kalo ngomong kan nadanya keras, nakutin gitu, trus aku sering nangis kalo dibilangin ama ayah.. hehe.. Ibu juga bilang kalo aku itu suka nangis, ngambekan juga.. :3 Jadi kalo ama aku itu harus lembut, kalo udah kenal akrab baru bisa becanda2 yang agak keras gitu.. :P haha
Sifat selanjutnya adalah lembut, penyayang, romantis, dan yang paling aneh adalah suaraku itu kecil (ada orang yang bilang kecil, ada juga yang bilang lembut) jadi kalo ngomong sering ga kedengeran dan ga dihiraukan (ini menyakitkan).. haha.. Aku sama sekali ga suka kekerasan, ga suka emosi, ga suka politik (soalnya identik ama emosi dan tipu daya). Aku orangnya romantis dan penyayang, jadi kalo ama pacar sering manja gitu, sering ngelus2 dia, ya nyayangin deh pokoknya, tapi kadang kalo si dia cuek gitu aku ga suka, soalnya berasa ga dihargai :P
Ya begitulah kira2 gambaran sifatku, kalo sifat2 lainnya masih banyak tapi sifat2 diatas tadi yang paling menonjol :3 hehe
Bye bye my dream :'D
Semalem aku khilaf ngepost status galau di FB -_- aku lupa kalo ga boleh ngepost aneh2 ama si dia.. hadehh~
Akhirnya aku jadiin private aja itu status.. Aku pindah disini aja deh wkwkwk :v
Pulang kerja, aku langsung ke depok, bingung mau ngapain, akhirnya mutusin buat makan aja di rumah si dia.. Begitu nyampe rumahnya, kita masak mie, kebetulan juga ada ayam bakar (yummy :3) akhirnya kita makan mie n ayam.. Abis makan nonton tipi, liat box office gitu, aku lupa judulnya apa tapi ceritanya lucu wkwk :v
Nah dari nonton tipi ini mulai deh.. Awalnya kan abis makan duduknya agak jauhan gitu.. Dia nyender tembok, aku nyender kasur.. Selama liat tipi dia ga ada iktikad buat duduk deket aku -_- Dia akhirnya pindah, tapi bukannya deketin malah tiduran di lantai -_- astagaaa..
Sebel ngeliat tingkahnya yang cuek gitu, akhirnya aku naik ke kasur trus tiduran juga.. Dia masih tetep cuek.. Biasanya kalo aku diem ga ngomong apa2 gitu dia pasti ngerasa aneh trus tanya aku kenapa.. Lah ini nggak -_- Akhirnya aku diem aja nungguin dia bertindak..
Akhirnya lama kelamaan dia ngeh kalo aku aneh, trus dia duduk di atas kasur, trus nanyain "umi kenapa?" trus aku jawab "gpp" soalnya bingung harus gimana, kalo aku ngomong yang sebenernya ntar dia ga terima dan beralasan bla bla bla~ aku paling males kalo dia ngeles kayak gitu..
Setelah aku ngejawab gitu, dia diem trus duduk disamping aku, ya akhirnya deketin juga.. Trus lanjut nonton -_- aku dicuekin lagi wkwkwk..
Setelah filmnya selesai, dia ngeliatin aku yang lagi manyun, trus dia tanya lagi "umi kenapa?" dengan nada yang lebih serius, trus aku diem dan meluk dia.. Dia bilang "umi tuh maunya disayang terus menerus.. /sigh" Trus aku bilang, "abi cuek aja sih" Dia ngeles "lah kan dirumah, ga bisa leluasa" Aku nyaut "emang di rumah ga bisa meluk? ga bisa duduk deketan?" Trus dia ngeles lagi "abi tadi awalnya udah seneng, becanda2, tapi gara2 umi nutup pintunya ga bener, si mozzy keluar kan.. Bete dah aku.." Aku cuma bisa diem, dalam hati aku bilang, kalo emang bete kenapa daritadi mukanya biasa aja, ga ada raut wajah bete atau sebel, trus tadi juga ketawa2 ngeliat itu film.. Ngeles doang.. Percuma juga aku ngomong kan kalo akhirnya kayak gini.. Ini ga cuma sekali, tiap aku ngasi tau isi hati aku atau ketika aku nasehatin dia, pasti ditangkis dengan beribu alasan.. Ujung2nya aku yang ngalah, aku diem.. Soalnya percuma juga dia ga akan ngalah yang ada malah tengkar kalo diterusin, aku gamau tengkar terus, nangis terus..
Aku inget banget jamnya 23:00.. Denger dia ngomong gitu, aku langsung inget sama mimpi terbesarku 'Kalo punya suami, aku mau kita romantis sampe tua, sampe maut menjemput, kayak habibie ainun, kalo bisa sih lebih' Tapi setelah denger dia ngomong kayak gitu, mimpiku bener2 sirna, meleleh udah.. Kayak ga ada harapan lagi.. Kayaknya aku akan menjalani sisa hidupku dengan biasa aja, ga ada yang istimewa, mungkin aku akan berkeluarga seperti keluarga pada umumnya, nothing special.. Mungkin hari-hari indah itu udah berlalu dan ga akan terulang lagi, dan hanya sekejap mampir di kehidupanku.. Dia yang dulu udah beda ama sekarang.. Dulu mesra banget, sayang banget, ngejaga aku banget, ngelindungin, tatapan matanya itu penuh cinta, ah perfect dah untuk sosok suami yang aku idamkan.. But now, semua beda, beda banget..
Ah entahlah.. mungkin ini memang takdirku.. Cuma bisa berdoa aja :')
Akhirnya aku jadiin private aja itu status.. Aku pindah disini aja deh wkwkwk :v
Pulang kerja, aku langsung ke depok, bingung mau ngapain, akhirnya mutusin buat makan aja di rumah si dia.. Begitu nyampe rumahnya, kita masak mie, kebetulan juga ada ayam bakar (yummy :3) akhirnya kita makan mie n ayam.. Abis makan nonton tipi, liat box office gitu, aku lupa judulnya apa tapi ceritanya lucu wkwk :v
Nah dari nonton tipi ini mulai deh.. Awalnya kan abis makan duduknya agak jauhan gitu.. Dia nyender tembok, aku nyender kasur.. Selama liat tipi dia ga ada iktikad buat duduk deket aku -_- Dia akhirnya pindah, tapi bukannya deketin malah tiduran di lantai -_- astagaaa..
Sebel ngeliat tingkahnya yang cuek gitu, akhirnya aku naik ke kasur trus tiduran juga.. Dia masih tetep cuek.. Biasanya kalo aku diem ga ngomong apa2 gitu dia pasti ngerasa aneh trus tanya aku kenapa.. Lah ini nggak -_- Akhirnya aku diem aja nungguin dia bertindak..
Akhirnya lama kelamaan dia ngeh kalo aku aneh, trus dia duduk di atas kasur, trus nanyain "umi kenapa?" trus aku jawab "gpp" soalnya bingung harus gimana, kalo aku ngomong yang sebenernya ntar dia ga terima dan beralasan bla bla bla~ aku paling males kalo dia ngeles kayak gitu..
Setelah aku ngejawab gitu, dia diem trus duduk disamping aku, ya akhirnya deketin juga.. Trus lanjut nonton -_- aku dicuekin lagi wkwkwk..
Setelah filmnya selesai, dia ngeliatin aku yang lagi manyun, trus dia tanya lagi "umi kenapa?" dengan nada yang lebih serius, trus aku diem dan meluk dia.. Dia bilang "umi tuh maunya disayang terus menerus.. /sigh" Trus aku bilang, "abi cuek aja sih" Dia ngeles "lah kan dirumah, ga bisa leluasa" Aku nyaut "emang di rumah ga bisa meluk? ga bisa duduk deketan?" Trus dia ngeles lagi "abi tadi awalnya udah seneng, becanda2, tapi gara2 umi nutup pintunya ga bener, si mozzy keluar kan.. Bete dah aku.." Aku cuma bisa diem, dalam hati aku bilang, kalo emang bete kenapa daritadi mukanya biasa aja, ga ada raut wajah bete atau sebel, trus tadi juga ketawa2 ngeliat itu film.. Ngeles doang.. Percuma juga aku ngomong kan kalo akhirnya kayak gini.. Ini ga cuma sekali, tiap aku ngasi tau isi hati aku atau ketika aku nasehatin dia, pasti ditangkis dengan beribu alasan.. Ujung2nya aku yang ngalah, aku diem.. Soalnya percuma juga dia ga akan ngalah yang ada malah tengkar kalo diterusin, aku gamau tengkar terus, nangis terus..
Aku inget banget jamnya 23:00.. Denger dia ngomong gitu, aku langsung inget sama mimpi terbesarku 'Kalo punya suami, aku mau kita romantis sampe tua, sampe maut menjemput, kayak habibie ainun, kalo bisa sih lebih' Tapi setelah denger dia ngomong kayak gitu, mimpiku bener2 sirna, meleleh udah.. Kayak ga ada harapan lagi.. Kayaknya aku akan menjalani sisa hidupku dengan biasa aja, ga ada yang istimewa, mungkin aku akan berkeluarga seperti keluarga pada umumnya, nothing special.. Mungkin hari-hari indah itu udah berlalu dan ga akan terulang lagi, dan hanya sekejap mampir di kehidupanku.. Dia yang dulu udah beda ama sekarang.. Dulu mesra banget, sayang banget, ngejaga aku banget, ngelindungin, tatapan matanya itu penuh cinta, ah perfect dah untuk sosok suami yang aku idamkan.. But now, semua beda, beda banget..
Ah entahlah.. mungkin ini memang takdirku.. Cuma bisa berdoa aja :')
ga ada kerjaan again
Seharian ga ada kerjaan di kantor, cuma nge translate abtraksinya mbak dewi, abis itu udah.. haha.. ga ada kerjaan..
Tapi pulangnya paling akhir, si dia belom dateng ngejemput gue -_-
Kantor udah sepi kagak ada orang -_- hadee..
Oh iya, tadi sempet browsing2, trus ga sengaja nemu poto romantisnya zaskia sungkar ama irwansyah..
Si irwansyah mandangin zaskia gitu >.< so sweet :')
Jadi kangen ama dia.. Dia udah lama ga mandangin aku kayak gitu haha.. Ngeliat dalam waktu lama aja udah ga pernah hiks.. ._. Pengen balik lagi ke waktu dulu hahaha :v tapi kayaknya itu ga mungkin atau susah buat diwujudkan :3
Jadi inget nyanyian jaman dulu,
Aku sedih
duduk sendiri, lalala~
tak ada yang menemani (cuma arin yang nemenin di chat wkwk :v :*)
lampu mulai di matiin
gelap oi -_-
Si mas OB nya udah mau nutup kantor :v
Pamit pulaaanngg~
Tapi pulangnya paling akhir, si dia belom dateng ngejemput gue -_-
Kantor udah sepi kagak ada orang -_- hadee..
Oh iya, tadi sempet browsing2, trus ga sengaja nemu poto romantisnya zaskia sungkar ama irwansyah..
Si irwansyah mandangin zaskia gitu >.< so sweet :')
Jadi kangen ama dia.. Dia udah lama ga mandangin aku kayak gitu haha.. Ngeliat dalam waktu lama aja udah ga pernah hiks.. ._. Pengen balik lagi ke waktu dulu hahaha :v tapi kayaknya itu ga mungkin atau susah buat diwujudkan :3
Jadi inget nyanyian jaman dulu,
Aku sedih
duduk sendiri, lalala~
tak ada yang menemani (cuma arin yang nemenin di chat wkwk :v :*)
lampu mulai di matiin
gelap oi -_-
Si mas OB nya udah mau nutup kantor :v
Pamit pulaaanngg~
Tuesday, July 2, 2013
Alasan kenapa bete
Mungkin di postingan-postinganku sebelumnya aku sering bilang bete tanpa alasan yang jelas.. Sebenernya itu ada alasannya cuma ga bisa aku ceritain disana, soalnya ntar ceritanya bolak balik ga nyambung haha..
Jadi ceritanya tuh si dia dapet kerjaan dari kantor buat bikin program gudang.. Nah untuk ngerjainnya dia ga bisa sendiri, dia butuh bantuan aku.. Tapi dia juga ga punya tempat buat kita ngerjain program itu bareng, dia males kalo ngerjain itu di rumahnya, ribet ama ibu ama mas nya juga.. Akhirnya dia pengen ngekos.. Tapi ngekosnya ga tanggung-tanggung, dia pengen apartemen biar dapet view yang bagus (dari ketinggian) -_- jadi ntar ngerjainnya bisa tenang, bisa fresh.. gitu katanya..
Gila emang ini anak, dengan pendapatan yang kurang dr 3 juta perbulan, dia mau nyewa apartemen.. sigh..
Akhirnya dia cari-cari info di kaskus, dia internet, tapi pada mahal-mahal, rata-rata 1,5 jutaan perbulan.. Sedangkan dia nyari yang maksimal 1,3 juta.. Ada sih beberapa yang 1,3 atau 1,2 tapi udah ditempatin.. -_-
Akhirnya dia pusing tuh.. Pernah juga waktu pulang kerja, dia pusing mikir apartemen, trus pas pulang ke rumah ibunya ngomel-ngomel.. Emosi dah dia.. Lempar barang, banting diri di kasur, mukanya ga enak banget.. Aku dijutekin pula.. Aku kan orangnya sensitif dan ga bisa dibentak, ngeliat dia kayak gitu aku nangis (ini reflek tubuh yang ga bisa dikendaliin).. Trus pas mau keluar ban motornya bocor, mantep dah.. Makin menjadi dia emosinya.. Aku udah ketakutan plus nangis, cuma bisa diem di pojokan ngelus-ngelus si mozzy (kucing dia).. Akhirnya dia tambal itu ban motor, sementara aku menenangkan diri sambil ngelus mozzy.. Akhirnya setelah tenang, dia dateng.. Dia langsung tiduran di kasur dengan wajah suram.. Aku beraniin diri deketin dia dan nyuruh dia untuk kalem aja, slow, tapi dia diem aja aku bilangin gitu.. Ya udah aku balik ngelus mozzy..
Akhirnya dia ngajak aku keluar rumah, dia males di rumah ada ibunya.. Ya udah akhirnya kita jalan-jalan nyari kosan.. Aku ngasi saran ke dia kenapa ga nyari kosan yang biasa aja.. Dia bilang kalo pemandangannya ga bagus, dia males ngerjain (ribet banget ini anak -_-).. Aku jelasin ke dia, kalo dia itu ketinggian mimpinya, kita ga punya uang sebanyak itu, sebaiknya dia cari kosan biasa aja, ntar aku temenin bikin program, aku bikinin teh atau masakan deh biar dia bisa relaks.. Tapi dianya tetep gamau, belom nemu yang pas katanya.. Dia itu emang kalo udah lagi pengen ga bisa diganggu gugat, pokoknya harus dapet, padahal kemampuannya ga nyampe untuk dapetin itu.. Aku pusing mikirinnya, udah ngasi jalan keluar tapi gamau, akhirnya aku diem aja, soalnya aku udah mentok gatau mau ngomong apa lagi.. Trus ngeliat aku diem gitu dia galau, bingung kayak orang kesetanan.. Sumpah ini bikin aku geram, ini lebih ribet daripada ngurus anak kecil yang minta balon, masalahnya ini bukan balon tapi apartemen -___-..
Aku sendiri juga lagi banyak masalah, mulai dari ga nyaman di kosan, di kantor ga punya temen, bosen ga ada kerjaan, dll. but well i can handle it.. Aku bisa nahan setidaknya sabar untuk beberapa bulan ke depan dan cari cara lain yang bisa bikin aku nyaman..
Aku juga lagi berusaha jadi seperti yang kamu pengen, sabar, lembut, pengertian, tapi yang aku takutkan adalah ketika aku sudah totalitas untuk kamu, tapi yang aku dapatkan tidak semestinya dan tidak sesuai harapanku.. I really don't know what i have to do if i get it.. :')
Jadi ceritanya tuh si dia dapet kerjaan dari kantor buat bikin program gudang.. Nah untuk ngerjainnya dia ga bisa sendiri, dia butuh bantuan aku.. Tapi dia juga ga punya tempat buat kita ngerjain program itu bareng, dia males kalo ngerjain itu di rumahnya, ribet ama ibu ama mas nya juga.. Akhirnya dia pengen ngekos.. Tapi ngekosnya ga tanggung-tanggung, dia pengen apartemen biar dapet view yang bagus (dari ketinggian) -_- jadi ntar ngerjainnya bisa tenang, bisa fresh.. gitu katanya..
Gila emang ini anak, dengan pendapatan yang kurang dr 3 juta perbulan, dia mau nyewa apartemen.. sigh..
Akhirnya dia cari-cari info di kaskus, dia internet, tapi pada mahal-mahal, rata-rata 1,5 jutaan perbulan.. Sedangkan dia nyari yang maksimal 1,3 juta.. Ada sih beberapa yang 1,3 atau 1,2 tapi udah ditempatin.. -_-
Akhirnya dia pusing tuh.. Pernah juga waktu pulang kerja, dia pusing mikir apartemen, trus pas pulang ke rumah ibunya ngomel-ngomel.. Emosi dah dia.. Lempar barang, banting diri di kasur, mukanya ga enak banget.. Aku dijutekin pula.. Aku kan orangnya sensitif dan ga bisa dibentak, ngeliat dia kayak gitu aku nangis (ini reflek tubuh yang ga bisa dikendaliin).. Trus pas mau keluar ban motornya bocor, mantep dah.. Makin menjadi dia emosinya.. Aku udah ketakutan plus nangis, cuma bisa diem di pojokan ngelus-ngelus si mozzy (kucing dia).. Akhirnya dia tambal itu ban motor, sementara aku menenangkan diri sambil ngelus mozzy.. Akhirnya setelah tenang, dia dateng.. Dia langsung tiduran di kasur dengan wajah suram.. Aku beraniin diri deketin dia dan nyuruh dia untuk kalem aja, slow, tapi dia diem aja aku bilangin gitu.. Ya udah aku balik ngelus mozzy..
Akhirnya dia ngajak aku keluar rumah, dia males di rumah ada ibunya.. Ya udah akhirnya kita jalan-jalan nyari kosan.. Aku ngasi saran ke dia kenapa ga nyari kosan yang biasa aja.. Dia bilang kalo pemandangannya ga bagus, dia males ngerjain (ribet banget ini anak -_-).. Aku jelasin ke dia, kalo dia itu ketinggian mimpinya, kita ga punya uang sebanyak itu, sebaiknya dia cari kosan biasa aja, ntar aku temenin bikin program, aku bikinin teh atau masakan deh biar dia bisa relaks.. Tapi dianya tetep gamau, belom nemu yang pas katanya.. Dia itu emang kalo udah lagi pengen ga bisa diganggu gugat, pokoknya harus dapet, padahal kemampuannya ga nyampe untuk dapetin itu.. Aku pusing mikirinnya, udah ngasi jalan keluar tapi gamau, akhirnya aku diem aja, soalnya aku udah mentok gatau mau ngomong apa lagi.. Trus ngeliat aku diem gitu dia galau, bingung kayak orang kesetanan.. Sumpah ini bikin aku geram, ini lebih ribet daripada ngurus anak kecil yang minta balon, masalahnya ini bukan balon tapi apartemen -___-..
Aku sendiri juga lagi banyak masalah, mulai dari ga nyaman di kosan, di kantor ga punya temen, bosen ga ada kerjaan, dll. but well i can handle it.. Aku bisa nahan setidaknya sabar untuk beberapa bulan ke depan dan cari cara lain yang bisa bikin aku nyaman..
Aku juga lagi berusaha jadi seperti yang kamu pengen, sabar, lembut, pengertian, tapi yang aku takutkan adalah ketika aku sudah totalitas untuk kamu, tapi yang aku dapatkan tidak semestinya dan tidak sesuai harapanku.. I really don't know what i have to do if i get it.. :')
Jleb lanjutan :'D
Pagi ini 03/07/13 09:47 aku ngirim chat wa ke dia..
Aku : Ayaang..
Dia : Ya sayang kenapa?
Aku : gpp ^_^
Dia : :** kenapa?
Aku : angen :3
Dia : :**
Abi kerja dulu ya sayang :***
Udah deh kayak gitu aja tanggepannya.. Aku berharap dia bilang "i miss u too sayang" atau apa kek setidaknya ada balesan kangen gitu.. Ya cukup tau deh ternyata dia ga kangen hahahaha :'D Pagi yang indah.. lalalala~ :'D
Trus setelah itu aku bales dia
Aku : yeah, iknow that u don't miss me anymore, or maybe more than that (read : maksudnya udah ga sayang lagi).. Met kerja ^_^
Dia : kangen sayang tapi kan kita harus serius juga. Abi kan ga mungkin ngasi umi makan cinta doang. Abi berusaha dewasa sayang. Fokus dulu nanti ada waktunya. Anak kita juga perlu makan nanti. Makanya kita harus manage sayang. Abi lagi berusaha. Ngga tahu yang di kepala umi isinya apa (ini jleb banget), sigh, terserah sayangku aja. Berikan aku ketenangan di pagi hari, manajemen emosi. Maapin abi kalo abi ga sama kayak dulu
Weee~ balesannya panjang kayak jalan wkwkwk.. :'D Dalam sekejap itu juga aku nangis di kantor.. :')
Trus abis nangis, ya uda aku diem aja.. Dalam hati aku bilang, oke kalo kamu mau kita serius.. Aku akan serius juga.. Tapi awas nanti kalo kamu tiba-tiba berubah jadi anak kecil yang manja.. Kamu ga bisa seenaknya berubah dan ngendaliin semuanya.. Tiba-tiba fokus kerja, tiba-tiba jadi manja, dll.. Labil, plin plan.. Aku bukan boneka yang bisa kamu kendaliin dan bisa melayani semua keinginanmu.. Belom jadi istri udah diginiin, gimana ntar kalo udah jadi istri -_-" sigh.. Ntar malem abis kerja aku mau langsung ke kosan aja deh.. Males..
Aku cuma menginginkan kata "i miss u too" setelah itu ya udah.. Kalo mau kerja ya silahkan fokus kerja.. Dan maaf jika mengganggu.. :'D
Aku : Ayaang..
Dia : Ya sayang kenapa?
Aku : gpp ^_^
Dia : :** kenapa?
Aku : angen :3
Dia : :**
Abi kerja dulu ya sayang :***
Udah deh kayak gitu aja tanggepannya.. Aku berharap dia bilang "i miss u too sayang" atau apa kek setidaknya ada balesan kangen gitu.. Ya cukup tau deh ternyata dia ga kangen hahahaha :'D Pagi yang indah.. lalalala~ :'D
Trus setelah itu aku bales dia
Aku : yeah, iknow that u don't miss me anymore, or maybe more than that (read : maksudnya udah ga sayang lagi).. Met kerja ^_^
Dia : kangen sayang tapi kan kita harus serius juga. Abi kan ga mungkin ngasi umi makan cinta doang. Abi berusaha dewasa sayang. Fokus dulu nanti ada waktunya. Anak kita juga perlu makan nanti. Makanya kita harus manage sayang. Abi lagi berusaha. Ngga tahu yang di kepala umi isinya apa (ini jleb banget), sigh, terserah sayangku aja. Berikan aku ketenangan di pagi hari, manajemen emosi. Maapin abi kalo abi ga sama kayak dulu
Weee~ balesannya panjang kayak jalan wkwkwk.. :'D Dalam sekejap itu juga aku nangis di kantor.. :')
Trus abis nangis, ya uda aku diem aja.. Dalam hati aku bilang, oke kalo kamu mau kita serius.. Aku akan serius juga.. Tapi awas nanti kalo kamu tiba-tiba berubah jadi anak kecil yang manja.. Kamu ga bisa seenaknya berubah dan ngendaliin semuanya.. Tiba-tiba fokus kerja, tiba-tiba jadi manja, dll.. Labil, plin plan.. Aku bukan boneka yang bisa kamu kendaliin dan bisa melayani semua keinginanmu.. Belom jadi istri udah diginiin, gimana ntar kalo udah jadi istri -_-" sigh.. Ntar malem abis kerja aku mau langsung ke kosan aja deh.. Males..
Aku cuma menginginkan kata "i miss u too" setelah itu ya udah.. Kalo mau kerja ya silahkan fokus kerja.. Dan maaf jika mengganggu.. :'D
Jleb :')
This is my story about him..
Kemarin malam, setelah pulang kerja, aku ngajak dia pergi ke mall soalnya aku pengen refreshing setelah hari yang membosankan itu -_-.. Akhirnya aku dan dia pergi ke mall di daerah lenteng agung (lupa nama mallnya apa).. Setelah nyampe sana, aku bingung mau ngapain.. beli baju, celana, atau makan, atau yang lain.. Arrgghh bingung dah mau ngapain -_-" plus bete pula gara-gara aku masih keinget tingkah anak kecilnya kemaren.. Karena mukaku bete, dia ikutan bingung, bete juga akhirnya, ga ada senyum sedikitpun muncul di mukanya.. Aku yang kalut dan hampir nangis itu akhirnya memutuskan untuk refreshing dan menenangkan diri dulu di musholla, daripada aku nangis di depan dia, yang ada malah tengkar.. Aku di musholla sholat isya setelah itu aku curahkan semua yang aku rasain ke Allah.. Aku curhat ama Dia :')
Sekarang aku lebih sering curhat ama Allah daripada ama dia, soalnya kalo ama dia pasti ujung-ujungnya tengkar, ga menghasilkan solusi dan ga meredam sedihku..
Setelah lega dan bisa ngendaliin perasaanku, aku keluar dan nemuin dia.. Aku senyum ama dia dan pasang wajah ceria.. Tapi wajahnya biasa aja -_-" okelah ga apa-apa asalkan ga cemberut aja.. Abis itu kita makan di McD.. Aku nyoba beli burger (ga pernah makan burger sekalipun, haha).. Itu pertama kalinya aku makan di McD (norak banget yaa.. haha :P).. Pas di tengah-tengah makan, kita ngobrol-ngobrol tentang nikah.. Ini nih sesi jlebnya lagi..
Dia itu dulu ngebet banget pengen cepet-cepet nikah ama aku. Nyuruh aku cepet-cepet lulus kuliah. Nah pas kali ini, dia bilang nikahnya ntar aja, jangan cepet-cepet.. Dia pengen ngumpulin duit dulu, nunggu aku jadi karyawan tetap, trus dia juga karyawan tetap, trus punya uang, baru nikah.. Ayahku juga nyuruh dia kuliah S1 dulu.. Dulu, dia pas denger ayah minta kuliah S1 dia galau, sekarang entah kenapa dia biasa aja, kayak ga ada beban.. Ya walaupun agak jleb dan mau nangis akhirnya aku bisa terima aja.. Ya dalam pikiranku aku takut kalo dia ga serius ama aku, tapi di sisi lain aku berusaha bersikap biasa aja, kali aja emang dia harus mateng dulu :D
Setelah makan, karena udah malem, akhirnya kita pulaaang~
Kemarin malam, setelah pulang kerja, aku ngajak dia pergi ke mall soalnya aku pengen refreshing setelah hari yang membosankan itu -_-.. Akhirnya aku dan dia pergi ke mall di daerah lenteng agung (lupa nama mallnya apa).. Setelah nyampe sana, aku bingung mau ngapain.. beli baju, celana, atau makan, atau yang lain.. Arrgghh bingung dah mau ngapain -_-" plus bete pula gara-gara aku masih keinget tingkah anak kecilnya kemaren.. Karena mukaku bete, dia ikutan bingung, bete juga akhirnya, ga ada senyum sedikitpun muncul di mukanya.. Aku yang kalut dan hampir nangis itu akhirnya memutuskan untuk refreshing dan menenangkan diri dulu di musholla, daripada aku nangis di depan dia, yang ada malah tengkar.. Aku di musholla sholat isya setelah itu aku curahkan semua yang aku rasain ke Allah.. Aku curhat ama Dia :')
Sekarang aku lebih sering curhat ama Allah daripada ama dia, soalnya kalo ama dia pasti ujung-ujungnya tengkar, ga menghasilkan solusi dan ga meredam sedihku..
Setelah lega dan bisa ngendaliin perasaanku, aku keluar dan nemuin dia.. Aku senyum ama dia dan pasang wajah ceria.. Tapi wajahnya biasa aja -_-" okelah ga apa-apa asalkan ga cemberut aja.. Abis itu kita makan di McD.. Aku nyoba beli burger (ga pernah makan burger sekalipun, haha).. Itu pertama kalinya aku makan di McD (norak banget yaa.. haha :P).. Pas di tengah-tengah makan, kita ngobrol-ngobrol tentang nikah.. Ini nih sesi jlebnya lagi..
Dia itu dulu ngebet banget pengen cepet-cepet nikah ama aku. Nyuruh aku cepet-cepet lulus kuliah. Nah pas kali ini, dia bilang nikahnya ntar aja, jangan cepet-cepet.. Dia pengen ngumpulin duit dulu, nunggu aku jadi karyawan tetap, trus dia juga karyawan tetap, trus punya uang, baru nikah.. Ayahku juga nyuruh dia kuliah S1 dulu.. Dulu, dia pas denger ayah minta kuliah S1 dia galau, sekarang entah kenapa dia biasa aja, kayak ga ada beban.. Ya walaupun agak jleb dan mau nangis akhirnya aku bisa terima aja.. Ya dalam pikiranku aku takut kalo dia ga serius ama aku, tapi di sisi lain aku berusaha bersikap biasa aja, kali aja emang dia harus mateng dulu :D
Setelah makan, karena udah malem, akhirnya kita pulaaang~
Masih orang asing
Sudah beberapa hari magang disini.. hmm.. tepatnya berapa hari ya.. #mikir -.-a
Udah 13 hari ternyata.. But, i still feel that i'm nothing in here.. Aku masih ngerasa kayak orang asing..
Ga punya temen, ga pernah diajak ngobrol, kemana-mana sendiri.. hahahaha.. hidupku~ :D
Udah 13 hari ternyata.. But, i still feel that i'm nothing in here.. Aku masih ngerasa kayak orang asing..
Ga punya temen, ga pernah diajak ngobrol, kemana-mana sendiri.. hahahaha.. hidupku~ :D
Hari yang membosankan
Pagi tadi, udah dibikin sebel ama tingkahnya si panda yang ga bales whatsapp dan ngangkat misscall ku -_-
Biasanya juga dia udah hafal kalo aku telepon itu berarti misscall dan jangan diangkat kalo ga disuruh angkat.. Ini malah diangkat -_- kena seribu dah..
Trus pas di kantor, aku udah selesai tugas bikin kamus data 150 tabel (sumpah ini ngebikinnya capek pake banget banget) trus ama ibunya dikasi template baru dan disuruh salin ke situ.. Oh my.. -_-"
Trus pas sholat ashar ama maghrib aku ga diajak ama mbak retno (mbak2 yang paling deket ama aku dikantor).. hiks :'(.. Aku ga punya temen deket lain selain dia..
Alamat bakal makin menjauh dia ama aku.. Okeh, nasib gue emang pendiem dan susah dapet temen.. -_-
Trus pas mau pulang ternyata hujaaannn.. T_T Akhirnya pulang yang harusnya jam 5 molor jadi setengah 7..
Abis ini pengen refreshing tapi gatau mau refreshing kemana.. Lagi males juga ama si panda gara2 tingkahnya kayak anak kecil minta balon.. Masalahnya ini yang diminta bukan balon, tapi apartemen.. Stress gue ngurusinnya..
Sekian untuk hari ini.. Pak ojeknya udah dateng :v
Bye bye :*
Biasanya juga dia udah hafal kalo aku telepon itu berarti misscall dan jangan diangkat kalo ga disuruh angkat.. Ini malah diangkat -_- kena seribu dah..
Trus pas di kantor, aku udah selesai tugas bikin kamus data 150 tabel (sumpah ini ngebikinnya capek pake banget banget) trus ama ibunya dikasi template baru dan disuruh salin ke situ.. Oh my.. -_-"
Trus pas sholat ashar ama maghrib aku ga diajak ama mbak retno (mbak2 yang paling deket ama aku dikantor).. hiks :'(.. Aku ga punya temen deket lain selain dia..
Alamat bakal makin menjauh dia ama aku.. Okeh, nasib gue emang pendiem dan susah dapet temen.. -_-
Trus pas mau pulang ternyata hujaaannn.. T_T Akhirnya pulang yang harusnya jam 5 molor jadi setengah 7..
Abis ini pengen refreshing tapi gatau mau refreshing kemana.. Lagi males juga ama si panda gara2 tingkahnya kayak anak kecil minta balon.. Masalahnya ini yang diminta bukan balon, tapi apartemen.. Stress gue ngurusinnya..
Sekian untuk hari ini.. Pak ojeknya udah dateng :v
Bye bye :*
Subscribe to:
Comments (Atom)