Wednesday, October 23, 2013

Semakin~

Makin lama bukannya makin yakin, malah tambah ga yakin
Makin lama bukannya makin pengen makin deket, malah pengen bisa ngejauh
Makin lama bukannya makin peduli, malah makin berusaha supaya bisa ga peduli
Makin lama bukannya makin sayang makin cinta, malah makin berkurang terus sayang dan cintanya
Makin lama bukannya makin bahagia, malah makin tersiksa..

Jika masih seperti ini sampai 1 tahun setelah kelulusanku, aku memang harus meninggalkanmu....

~ If u are my love, u will bright my life ~

Wednesday, October 16, 2013

Selamat datang penjemputku

Berhari-hari, hatiku menjerit, hatiku meronta menahan sakitnya.
Ingin rasanya teriak untuk melepaskan semua sakit ini.
Tapi aku tak bisa, aku tak mampu.
Bahkan untuk menangispun aku tak boleh.
Aku tahan semuanya, aku kuatkan kembali topeng ini.
Akupun tampak bahagia.

Entah sudah berapa hari hatiku sakit tak kunjung sembuh.
Ketika sudah mulai pulih, ada saja siksaan yang datang.
Sampai saat ini pun, masih menahan sakit.
Sebenarnya aku kasian padanya.
Tapi mau bagaimana lagi, kita tak bisa apa-apa.

Aku melihatnya semakin hari semakin melemah.
Berharap semoga sakitnya tak menyerang nyawanya.
Aku khawatir, aku takut.
Aku sudah lama memikirkan ini, tapi selalu ku tampis itu.
Semua akan baik-baik saja mungkin.

Hingga suatu hari, kurasakan keanehan.
Aku rasakan degup itu, walau tak diundang.
Dia datang dengan sendirinya, sepanjang hari, ikuti jalanku
Aku mulai tak nyaman, hatiku gelisah.
Sampai-sampai aku tak bisa jalani hidupku.
Aku berhenti sejenak dipinggir jalan.
Aku berusaha hilangkan degup itu, tapi tak bisa, percuma
Degup itu masih melekat, menghantui jalanku.

Aku berusaha mencari ilham.
Namun hasil yang kudapat, sangat gelap.
Aku semakin takut, semakin khawatir.
Ketakutanku seakan sudah berada di depanku, siap menjemput

Aku mati rasa.
Aku tak bisa bicara
Ingin menangis namun tak bisa
Aku masih tetap dengan topengku
Aku berpikir, mungkin aku harus mencoba untuk berharap.
Oke, akhirnya aku lakukan.

Taraamm.. hasilnya kau tahu?
NIHIL
Hahaha,, hidupku seakan tak berarti lagi
Mungkin saat aku tiada pun, semua akan baik-baik saja
Ooh hidupku.. aku hanya bisa tersenyum menatapnya.
Sabar ya sayang.. sebentar lagi..

Sebelum aku menghampirinya, aku bertekad untuk mengabdi.
Ya walaupun aku tak tahu pengabdianku akan berarti atau tidak
Untuk tuanku, aku akan coba menjadi yang terbaik.
Ya setidaknya berharap semoga dianggap.

Ini mungkin salah satu alasan kenapa aku tak mau berontak
Kenapa aku tak mau protes
Kenapa aku tak mau keluar dari penjara ini.
Karena aku tau, dia mendekat.
Perlahan mendekatiku, dengan perantara degup ini.

Hai orang-orang yang mengenalku,
Bersiaplah...

Aku, budakmu

haruskah aku bersyukur saja dengan perlakuan yang seperti itu?
ataukah ........
ah, rasanya pilihan kedua tidak mungkin.

ku ingat kembali kehidupanku dulu.
sama....
ku lakukan kewajiban, tapi ku tak dapatkan hak ku.
tak dapatkan, dan tak berhak menuntut.
ahh... ini penjara.
tempat aktivitasku, penjara.
hatiku pun, penjara.
yah, mungkin aku memang ditakdirkan untuk hidup seperti ini.
selalu berbuat baik, harus...
walaupun aku diinjak.

syukuri saja, mungkin hanya itu yang bisa ku lakukan.
sampai kapan? sampai maut datang.
tak inginkah kau keluar? sangat ingin, namun diluar sana aku tak yakin akan lebih baik.
aku hanya bisa jalani saja semua ini.

salah satu cara bahagia, pikirkan bahwa kau budak, kau pelayan.
hidupmu untuk apa? untuk melayani tuanmu.
satu-satunya tujuanmu adalah membuat dia bahagia.
buat dia bahagia, apapun caranya.
walaupun itu mengorbankan kebahagiannmu.
tak ada waktu untuk memikirkan kebahagiaanmu.
bahagiamu itu tak berarti.
apakah tuanmu akan membahagiakanmu? jangan harap, dan dilarang berharap.
kau harus selalu ada saat dia membutuhkanmu. wajib.
saat kau butuh bantuan? siapa peduli, bantu saja dirimu sendiri.
bahkan saat sakitmu itu adalah bahagianya, kau harus rela tersakiti, sampai dia puas.

yaaa.. ini lah hidupku.
hidup seorang budak, seorang pelayan.
tak berhak tuk dapatkan kebahagiaan.


tertanda,
budak/pelayanmu



Saturday, October 12, 2013

12/10/13

Hari2 yang kulewati dengannya hari ini :

1. Jemput dia di stasiun, trus dia nyetir ke arah kosan dengan kebut2an, padahal jalanan licin gara2 hujan. Dibilangin buat pelan2 ga sadar juga, malah mainin rem. Aku ingetin kalo ntar aku jatoh gimana dia tetep aja ga berubah.. (aku semakin merasa tak berharga ._. )

2. Selama di jalan setiap perkataanku selalu ditangkis, walaupun itu adalah hal yg ga penting, masih aja didebatin.. Aku bete dan males mau ngomong sama dia lagi.. (bete -_-)

3. Mampir ke kampusnya bentar, ngeliat situasi ternyata anak senat ga ada.. Dia buka hape, ngeliat chat kayak sembunyi2 gitu.. Aku curiga, aku intip dia, malah diumpetin.. Karena kesel, aku cubit perutnya keras banget (kesel XC )

4. Kita akhirnya ke warung aja nonton bola, disana aku ditawarin minum apa, awalnya ditawarin es milo, cuman aku pikir2 lagi pengennya yg anget, tapi berubah pikiran. Akhirnya aku bilang "es teh atau es milo deh terserah". Trus aku lupa dia bilang apa, pokoknya intinya dia bilang kalo aku ga konsisten.. Aku bilang aja "kan aku bilang es teh atau es milo, terserah kamu pilih aja diantara 2 itu, ga konsisten gimana sih, wong udah jelas gitu -_-" Trus dia berargumen lagi blablabla.. Ga aku peduliin.. Bete.. Akhirnya aku bilang aja.. "Ga usah minum deh makasih".. Trus dia ke arah mas2nya dan mesenin es milo. Aku teriak aja "Ga usah, ga jadi".. Tapi dia tetep mesen.

Setelah itu milo dateng, ga aku minum.. Dia maksa suruh minum.. Aku gamau soalnya takut ntar disindir lagi.. Dia bilang "nggak kok, minum aja".. Akhirnya aku minum dah.. Trus karena sebel, aku pengen pesen nasi goreng.. Pas aku bilang mau nasi goreng ke dia, mukanya kusut gitu, kek ga ikhlas, akhirnya aku diem aja dah.. Trus dia bilang "nasi goreng apa?".. Aku tulis pesananku di kertas menu.. Trus setelah selesai, aku kasi kertasnya ke dia.. Dia lagi main game hape, lagi asik.. Aku bilang lagi ke dia "ini.. kasi gih ke mbaknya" Tapi dia masih aja ga berkutik.. Akhirnya aku cubit dia.. Trus dia malah bentak "Iya bentar.. Sabar napaa!!!"
Aku ga bisa dibentak, langsung airmataku keluar, aku nangis, jantungku deg2an, aku gemetar ketakutan..
Karena takut diliatin orang, aku buru2 ngelap airmataku.. Aku tenangkan diri, aku coba buka2 fb dan chat sama arin.. Perlahan aku mulai bisa tenang, tapi aku masih ga berani natap dia..

5. Pertandingan bola dimulai. Kita nonton tuh.. Seru.. Tapi sayangnya si wasit agak ga fair.. Si dia kesel.. Selama pertandingan kata2nya banyak ga benernya.. Dia sering bilang "gw doain mandul tuh.." Mbak yuli sama aku langsung noleh ke dia, aku bilangin "eehh.. ga boleh gitu.. biasa aja kali.." dia bilang "abisnya keseeell.."
Trus ditengah2 pertandingan dia bilang "goblookk!!" keras banget, padahal yg lain lagi diem.. Gue malu sumpah.. Kok cowo gw jadi kek gini sih sekarang.. Dulu ga kek gini padahal.. :/



Pas pulang ke kosan, aku ngerasa lemes, kayak ga ada harapan.. Aku ga bahagia ada disampingnya.. Bukan hanya kali ini saja, tapi hampir setiap aku di sampingnya, aku sedih, bete, kesel, atau sejenisnya.. Yang tersisa hanya kesedihan.. Aku serasa hilang harapan.. Aku gamau punya suami kayak gitu.. Aku udah lakuin semuanya tapi ga ada hasilnya.. Bener2 hopeless.....

Tuesday, September 24, 2013

U know why?

Mungkin kau yang membaca ini merasa heran.. Kenapa aku begitu tak mandiri.. Kenapa aku begitu rapuh..

Akupun bertanya pada diriku sendiri.. Ada apa denganku? Apa yang salah? Kenapa aku begini?
Hingga suatu saat aku berpikir.. Mungkinkah karena aku dari dulu tak punya teman? Sehingga aku sangat merindukan sosok seorang teman yang menemani hidupku..

Sebentar.. Ketika aku mengetik "menemani hidupku" barusan.. Entah kenapa hatiku tiba2 sakit.. JLEB.. Teman hidup? :') Mungkin kau yang saat ini menjadi pacarku, bisa saja menjadi suamiku.. Tapi apakah kau akan menjadi teman hidupku? Aku rasa tidak :'D
Kita akan menjalani hidup masing-masing.. Merasakan hidup kita sendiri-sendiri.. Walaupun dalam naungan rumah tangga.. :')


Oke.. kembali ke topik awal..
Teman.. Mungkin itu yang tak aku dapatkan selama ini.. Ada sih, tapi dia jauh.. Di bandung sana :'P
Disini.. hmm.. aku sendirian :') Aku punya pacar tapi dia bukan temanku.. Entah kenapa aku tak merasa dia adalah temanku.. Karena dia tak berhasil menyentuh hatiku.. Kita sering bertemu, jalan-jalan, makan bareng, tapi yaa kita hanya melakukannya saja.. tanpa hati..

Aku sering merasa iri melihat sekelilingku.. semua pasti ada temannya.. Tertawa, ngobrol, atau apalah.. Ketika aku lihat diriku.. Aku sendiri.. aku lihat kanan kiri tak ada satupun yang menemani.. Aku tatap ke depan.. aku lihat sekelilingku.. Semua tampak bahagia :'D
Aku tersenyum.. aku tertunduk.. Aku tutup mataku dan rasakan seseorang datang dan menghampiriku.. Duduk di sampingku.. Menepuk pundakku dan tersenyum padaku.. Akupun tersenyum padanya.. Dia memegang tanganku dan berkata.. "Aku temenin.. Aku ga akan biarin kamu sendirian menghadapi hidupmu.."

Seketika itu juga aku menangis.. Aku tersenyum padanya.. Jantungku berdetak.. Indah sekali.. Aku serasa melayang hanya dengan kata2 itu.. Hanya dengan tindakannya itu..

Lalu aku buka mata dan mengakhiri semua khayalan itu.. Tapi airmata itu nyata.. Aku masih tetap sendiri disini.. Aku lihat sampingku, tak ada orang.. Aku tersenyum.. Aku pandang ke atas.. Ke langit yang biru nan luas.. Mungkin itu sedikit melegakanku daripada aku iri melihat semuanya di depanku.. Di langit sana lebih indah.. Aku merasa tenang, aku merasa melayang..

Entah kenapa di langit sana aku merasa bahwa inilah tempatku.. Di langit.. Tak ada satu orang pun, tak ada siapapun.. Tempat yang pantas untuk aku.. :')

Feel lonely.. Deeper..

"Aku harus selesein semuanya sendiri.. Aku harus selesein semuanya sendiri.."
Kata-kata itu yang terus aku tanamkan dalam hati sepanjang jalan malam itu..
Berjalan sendiri, tertunduk, sambil membiarkan airmata ini terus menetes..
Aku merasa sendirian.. Aku merasa tak punya siapa2..

Aku bukan yang kau inginkan

Malam itu, ketika aku mendengarnya.. Aku kaget, aku shock.. Ternyata selama ini aku bukan tipe cewe yang kau inginkan.. Yang kau dambakan..
Rajin, baik itu okelah.. Tapi untuk bagian ceria, mandiri, bisa nyelesein masalahnya sendiri.. That's not me.. :')

Aku bukan tipe orang yang ceria.. Jujur saja.. Entah kenapa mungkin diantara semua teman-temanku, aku yang paling diam dan yang paling murung.. Aku merasa biasa aja sih.. Tapi menurut mereka sepertinya begitu.. :|

Mandiri.. Okelah.. Aku sebenernya bisa mandiri, tapi ketika aku punya pasangan hidup, aku ingin melakukannya bersama, bukan sendiri-sendiri.. Hidup terasa indah apabila kita menjalani semuanya bersama bukan? Dan itu yang aku dambakan.. Susah senang bersama..

Bisa nyelesein masalahnya sendiri.. Ini yang paling berat.. Mungkin jika aku bisa selesein sendiri fine lah ya.. Tapi kebanyakan masalahku itu masalah yang aku sendiri butuh orang yang bisa dampingin aku buat ngadepinnya.. Oke, ini ada hubungannya sama kekurangmandirianku (bahasa apa ini =.=).. Aku selalu ingin melakukan semuanya bersama, baik itu suka ataupun duka, karna dengan begitu, aku merasa lebih menyatu denganmu.. Aku selalu ingin tau semua tentangmu, termasuk masalah yang kau hadapi.. Aku ingin berperan di dalam kehidupanmu.. Aku ingin membantumu menyelesaikan semua masalahmu.. Aku ingin meringankan beban di pundakmu.. Aku ingin melihatmu bahagia.. Itu yang aku inginkan..

Tapi sepertinya pikiranmu tak sama denganku.. Jujur, selama ini, selama aku menjalani hubungan ini.. Aku merasa kita hanya berbagi suka saja.. Untuk duka, ambil sendiri-sendiri.. Hadapi sendiri-sendiri.. Dan itu menyakitkan bagiku..
Kenapa aku berkata begitu? Karna kau sendiri ga pernah curhat tentang masalahmu.. Kau tertutup.. Ketika aku tanya ada apa, kau pasti menjawab tidak ada apa-apa.. Padahal raut wajahmu terlihat memangku beban.. Saat itu, aku merasa bukan siapa-siapa bagimu.. Aku bukan bagian dari kehidupanmu :')
Padahal membantumu itu hal yang sangat membahagiakanku.. Amat sangat.. :')